Redaksi Berkisah, Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdullah bin Zaid bin Ashim

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksi Berkisah,
Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdullah bin Zaid bin Ashim

Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Rubrik Mata PenaNews kembali hadir menyapa Anda dengan kisah-kisah inspiratif yang memancarkan cahaya dari sejarah Islam. Dalam edisi kali ini, kami mengajak Anda menelusuri jejak kehidupan salah satu sahabat mulia Rasulullah SAW, yakni Abdullah bin Zaid bin Ashim – seorang tokoh yang dikenal karena peran pentingnya dalam sejarah awal Islam, khususnya dalam kisah azan.

Abdullah bin Zaid adalah sahabat yang dikenal rendah hati, penuh semangat dalam beribadah, dan memiliki kedekatan khusus dengan Rasulullah SAW. Namanya harum dalam sejarah Islam karena melalui mimpinya yang luar biasa, ia menjadi sebab disyariatkannya azan sebagai panggilan salat – sebuah momen penting yang hingga kini masih menggema di seluruh penjuru dunia Muslim.

Melalui kisah ini, semoga kita dapat mengambil pelajaran tentang keikhlasan, ketaatan, dan keteguhan iman dalam mendukung dakwah Islam di masa-masa awal perjuangan Rasulullah SAW.

1. Latar Belakang dan Nasab

Abdullah bin Zaid bin Ashim al-Mazini al-Anshari adalah seorang sahabat dari kalangan Anshar, tepatnya dari suku Khazraj di Madinah. Ia termasuk dalam generasi awal yang memeluk Islam dan turut hadir dalam peristiwa Bai’at Aqabah. Abdullah adalah pribadi yang dikenal jujur, berani, dan penuh ketulusan dalam membela Rasulullah SAW.

Baca Juga:  Walk Out APM Warnai RDP: Pembahasan 21 Poin Tuntutan Tak Sesuai Kewenangan

2. Peran Besar dalam Syariat: Mimpi tentang Azan

Abdullah bin Zaid dikenal dalam sejarah Islam sebagai orang yang Allah SWT pilih untuk menjadi perantara dalam turunnya syariat azan. Dalam sebuah riwayat yang sahih, Abdullah menceritakan bahwa ia bermimpi didatangi oleh seseorang yang mengajarkannya lafal azan, lengkap dengan tata cara mengumandangkannya.

Keesokan harinya, ia segera menemui Rasulullah SAW dan menceritakan mimpinya. Rasulullah pun membenarkan mimpi tersebut dan menyebutnya sebagai mimpi yang benar. Beliau kemudian memerintahkan Bilal bin Rabah untuk mengumandangkan azan dengan lafal yang didapatkan dari mimpi Abdullah, karena suara Bilal lebih merdu.

Namun demikian, jasa Abdullah bin Zaid tetap dikenang sebagai sebab turunnya syariat azan yang sampai hari ini menjadi identitas umat Islam dalam menyeru salat.

3. Keikutsertaan dalam Perang

Abdullah bin Zaid turut serta dalam berbagai pertempuran penting bersama Rasulullah SAW, termasuk Perang Badar dan Uhud. Ia adalah pejuang yang gagah berani, setia kepada Nabi, dan tidak pernah mundur dari medan laga.

Baca Juga:  Rudy Susmanto Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Tekankan Penguatan Ekonomi Desa

4. Akhlak dan Keteladanan

Abdullah bin Zaid dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan zuhud terhadap dunia. Ia hidup dengan penuh keikhlasan dan tidak mencari ketenaran, meskipun memiliki jasa besar dalam sejarah Islam. Ia juga dikenal sebagai orang yang tidak banyak bicara, namun penuh semangat dalam amal saleh.

5. Wafatnya

Abdullah bin Zaid bin Ashim wafat pada masa kekhalifahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Ada pendapat yang menyebutkan bahwa ia wafat di usia tua di Madinah. Ia meninggalkan warisan sejarah yang sangat berharga bagi umat Islam, terutama dalam hal pengenalan dan pengamalan syariat azan.

Kisah Abdullah bin Zaid bin Ashim adalah contoh nyata bahwa kontribusi terhadap Islam tidak selalu diukur dari kepopuleran atau pangkat, tetapi dari keikhlasan dan ketulusan dalam berjuang. Meski namanya tak selalu disebut di setiap khutbah, keberadaan azan sebagai syiar Islam adalah bukti abadi dari jasa beliau.

Semoga kita bisa meneladani semangat, keikhlasan, dan keberanian Abdullah bin Zaid dalam membela agama Allah. Aamiin.

Hormat Kami,
Tim Redaksi MataPenaNews

Berita Terkait

Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha
Wakapolri Turun Langsung Layani Warga di Megamendung, Ratusan Masyarakat Ikuti Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80
Mutiara Hikmah BES : Empat Tugas Pemimpin dalam Al-Qur’an dan Sikap Menghadapi Kezaliman
Jadi korban kejahatan jalanan yang macet dan semrawut di pertigaan agria “FKRW kelurahan jati bening baru angkat bicara”
DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak?
Kadisdik Prabumulih: Patuhi Juknis PPDB, Tidak Perlu Titip-Menitip
Mutiara Hikmah BES : KEADILAN DI ATAS KEBENCIAN: WUJUD KESEMPURNAAN ISLAM DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA
Meriahkan HJB ke-544, Imigrasi Bogor Buka Layanan Paspor Khusus dengan Kuota 544 Pemohon
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:52 WIB

Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha

Senin, 15 Juni 2026 - 07:32 WIB

Wakapolri Turun Langsung Layani Warga di Megamendung, Ratusan Masyarakat Ikuti Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80

Senin, 15 Juni 2026 - 07:22 WIB

Mutiara Hikmah BES : Empat Tugas Pemimpin dalam Al-Qur’an dan Sikap Menghadapi Kezaliman

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jadi korban kejahatan jalanan yang macet dan semrawut di pertigaan agria “FKRW kelurahan jati bening baru angkat bicara”

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:53 WIB

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak?

Berita Terbaru

News

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak?

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:53 WIB