Redaksi Berkisah,Memaknai Isra Mi’raj: Hikmah Perjalanan Langit yang Terus Hidup di Bumi
Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Rubrik Mata PenaNews kembali hadir hari ini menyajikan memaknai Isra Mi’raj
Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar catatan sejarah keagamaan, melainkan risalah langit yang terus hidup dan dijalani umat Islam hingga hari ini.
Dalam satu malam yang penuh keajaiban, Rasulullah SAW menempuh perjalanan suci dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik menembus lapisan langit hingga Sidratul Muntaha, menghadap langsung kepada Allah SWT.
Dari peristiwa agung inilah lahir salah satu fondasi utama kehidupan umat Islam: perintah salat lima waktu. Sebuah ibadah yang tidak diturunkan melalui perantara malaikat, melainkan diterima langsung oleh Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya salat sebagai penghubung antara hamba dan Sang Pencipta.
Lebih dari sekadar kewajiban ritual, salat merupakan risalah pembentuk karakter.
Rasulullah SAW mengajarkan kedisiplinan, ketundukan, kejujuran, dan kesabaran—nilai-nilai yang relevan sepanjang zaman.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tantangan, pesan Isra Mi’raj tetap menjadi pengingat bahwa kekuatan spiritual adalah penopang utama kehidupan manusia.
Hikmah Isra Mi’raj juga mengajarkan bahwa di balik kesulitan selalu ada pertolongan Allah. Peristiwa ini terjadi setelah Rasulullah SAW melewati masa duka dan tekanan berat dalam dakwahnya
Dari titik terendah itulah Allah mengangkat derajat Nabi-Nya, memberi penguatan, dan menegaskan bahwa perjuangan di jalan kebenaran tidak pernah sia-sia.
Hingga kini, risalah Isra Mi’raj terus dijalani umat Islam dalam setiap sujud dan doa. Ia bukan hanya kisah perjalanan ke langit, tetapi pedoman agar manusia tetap membumi—menjalani hidup dengan iman, akhlak, dan tanggung jawab sosial.
Isra Mi’raj adalah pesan abadi: bahwa hubungan dengan Allah harus terjaga, agar hubungan dengan sesama manusia pun bermakna
Salam hormat,
Tim Redaksi Mata PenaNews











