Redaksi Berkisah,
Kisah Sahabat Rasulullah SAW ,Kisah Abbad bin Bisyr bin Waqash: Sang Penjaga Malam yang Tak Gentar
Oleh : Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Dalam sejarah perjuangan Islam, terdapat banyak sosok yang menginspirasi dengan keteguhan iman dan pengorbanannya. Salah satu di antaranya adalah Abbad bin Bisyr bin Waqash, sahabat Rasulullah SAW yang dikenal karena keberanian dan kecintaannya yang mendalam kepada Al-Qur’an.
Abbad adalah seorang pemuda dari kaum Anshar, suku Aus, yang memeluk Islam sejak muda. Ia dikenal tampan, saleh, dan selalu semangat dalam berjihad di jalan Allah. Dari lisannya mengalir ayat-ayat suci, dan dari hatinya terpancar cahaya iman.
Salah satu kisah yang paling menggetarkan hati terjadi dalam sebuah perjalanan militer bersama Rasulullah SAW. Saat malam tiba dan pasukan tengah beristirahat, Abbad ditugaskan berjaga bersama seorang sahabat. Mereka pun sepakat untuk bergiliran menjaga.
Ketika giliran Abbad berjaga, ia tidak melewatkan kesempatan untuk menegakkan shalat malam. Dalam kesunyian malam, dengan cahaya rembulan menyinari bumi, ia berdiri khusyuk menyelami ayat-ayat Allah. Namun, dari kegelapan, seorang musuh yang mengintai melepaskan anak panah yang menancap di tubuhnya.
Terluka, ia tetap berdiri. Panah kedua menyusul, lalu panah ketiga. Darah mengucur, tubuhnya melemah, tetapi ia tetap meneruskan shalatnya. Baru setelah itu ia membangunkan rekannya untuk mengambil alih penjagaan.
Sang sahabat yang terbangun terkejut melihat tubuh Abbad yang bersimbah darah, lalu bertanya,
“Mengapa engkau tidak membangunkanku saat panah pertama mengenaimu?”
Dengan tenang, Abbad menjawab,
“Aku sedang membaca surah, dan aku tidak ingin memutuskannya. Namun ketika aku khawatir keselamatan kaum Muslimin terganggu, barulah aku membangunkanmu.”
Subhanallah. Lihatlah betapa dalam cintanya kepada Al-Qur’an. Betapa kuat tekadnya dalam menjaga umat.
Kelak, Abbad bin Bisyr gugur sebagai syahid dalam Perang Yamamah, melawan pasukan nabi palsu Musailamah al-Kazzab. Meski tubuhnya dipenuhi luka, ia tetap bertempur hingga menghembuskan napas terakhir.
Abbad bin Bisyr bukan sekadar nama dalam lembar sejarah. Ia adalah simbol keberanian, keteguhan hati, dan cinta sejati kepada Allah dan Rasul-Nya.
Salam hormat,
Tim Redaksi Mata PenaNews










