Redaksi Berkisah,  Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdullah bin Jubair, Pemimpin yang Taat dalam Perang Uhud

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Juni 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksi Berkisah, 
Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Abdullah bin Jubair, Pemimpin yang Taat dalam Perang Uhud

Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Rubrik Mata PenaNews kembali menyajikan kisah inspiratif dari para sahabat Rasulullah SAW—sosok-sosok mulia yang menjadi teladan dalam iman, keberanian, dan pengorbanan.

Salah satunya adalah Abdullah bin Jubair, seorang sahabat Anshar dari suku Aus di Madinah. Ia termasuk generasi awal yang memeluk Islam dan turut berbaiat kepada Rasulullah SAW dalam Baiat Aqabah. Sosoknya dikenal karena keteguhan hati, kepemimpinan yang kuat, dan ketaatan yang luar biasa kepada Rasulullah SAW.

Namanya tercatat dalam sejarah Islam melalui peristiwa besar Perang Uhud, sebuah peperangan yang menjadi ujian berat bagi kaum Muslimin. Dalam pertempuran tersebut, Rasulullah SAW menunjuk Abdullah bin Jubair untuk memimpin 50 pemanah dan menempatkan mereka di Bukit Rumat (Bukit Pemanah). Misi mereka krusial: menjaga sayap belakang pasukan Muslimin dari serangan musuh.

Baca Juga:  HOT NEWS: Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Langsung Ditangkap Kejagung

Sebelum perang dimulai, Rasulullah SAW memberikan perintah yang sangat jelas,

> “Jangan tinggalkan posisi kalian, meskipun kalian melihat kami menang atau kalah. Tetaplah di tempat kalian sampai aku perintahkan!”

Namun, setelah pasukan Muslimin tampak meraih kemenangan dan pasukan Quraisy mulai mundur, sebagian besar pemanah tergoda oleh harta rampasan perang. Mereka pun turun dari bukit, meski Abdullah bin Jubair dengan tegas melarang.

> “Rasulullah memerintahkan kita tetap di sini! Jangan turun!” seru Abdullah bin Jubair.

Namun, hanya segelintir yang tetap bersamanya. Mayoritas pasukan meninggalkan pos strategis tersebut.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Khalid bin Walid, yang saat itu masih berada di pihak Quraisy. Ia memimpin pasukan berkuda menyerang dari arah belakang, mengejutkan barisan Muslimin yang tidak siap. Pertahanan pun runtuh.

Baca Juga:  Rapat Paripurna, DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus, Plototi LKPJ 2025 Hingga Tata Kelola Aset

Abdullah bin Jubair dan para pemanah yang tersisa bertempur sekuat tenaga, menjaga amanah Rasulullah hingga titik darah penghabisan. Mereka semua gugur sebagai syuhada, termasuk sang pemimpin yang taat itu.

Abdullah bin Jubair wafat dalam keadaan mulia—teguh menjaga amanah, meskipun ditinggalkan dan menghadapi maut. Kisahnya mengajarkan bahwa ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah bentuk kemenangan sejati, jauh melampaui kemenangan fisik di medan perang.

Pelajaran dari Kisah Abdullah bin Jubair:

1. Taat pada perintah Rasulullah SAW adalah kunci keselamatan.
2. Amanah adalah sesuatu yang harus dijaga, meskipun dalam kondisi sulit.
3. Kesyahidan dalam membela Islam adalah kemuliaan besar di sisi Allah SWT.

Semoga kita bisa mengambil ibrah dari kisah perjuangan Abdullah bin Jubair dan menjadikannya teladan dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam menjaga amanah dan menegakkan ketaatan.

Salam hormat,
Tim Redaksi Mata PenaNews

Berita Terkait

Paguyuban Swadaya Bersatu Kembali Bersinergi Dengan Pemdes Babakan Membangun Jalan Lingkungan Ke XXI Dan XXII
Pembentukan Ketua Karang Taruna Tingkat Rw Desa Bojong Indah Kec Parung Dihadiri Anggota DPRD Kab. Bogor Sutisna S. Fil.I
Ketua Dpac Ciseeng Ppbni Satria Banten Lantik Ketua Dprt Ds. Cihowe Dan Dprt Ds. Cibeuteung Muara
Pembangunan Gedung olahraga mini Desa Ganesa Mukti , Diduga Jadi Lahan Korupsi
Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula Diduga Abaikan Peran Daerah, Disnaker Kabupaten Bogor Tak Dilibatkan
Dugaan ketidak sesuaian pembangunan Gapura Di Desa Marga Rukun Warga Minta Audit Anggaran 
Jalan poros Tak Kunjung Diperbaiki warga Memohon Peran Serta Pemerintah kabupaten Banyuasin Untuk Lakukan perbaikan 
Dugaan ketidak sesuaian pembangunan gedung posyandu di Muara Padang Warga Minta Audit Anggaran 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:26 WIB

Paguyuban Swadaya Bersatu Kembali Bersinergi Dengan Pemdes Babakan Membangun Jalan Lingkungan Ke XXI Dan XXII

Selasa, 28 April 2026 - 16:15 WIB

Pembentukan Ketua Karang Taruna Tingkat Rw Desa Bojong Indah Kec Parung Dihadiri Anggota DPRD Kab. Bogor Sutisna S. Fil.I

Selasa, 28 April 2026 - 16:07 WIB

Ketua Dpac Ciseeng Ppbni Satria Banten Lantik Ketua Dprt Ds. Cihowe Dan Dprt Ds. Cibeuteung Muara

Selasa, 28 April 2026 - 15:58 WIB

Pembangunan Gedung olahraga mini Desa Ganesa Mukti , Diduga Jadi Lahan Korupsi

Selasa, 28 April 2026 - 11:51 WIB

Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula Diduga Abaikan Peran Daerah, Disnaker Kabupaten Bogor Tak Dilibatkan

Berita Terbaru