PP Muhammadiyah Tekankan Kedewasaan Terima Kritik Terkait Polemik Materi Stand-up Panji

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memberikan respons substantif atas polemik kritik yang disampaikan komika Panji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy spesial bertajuk Mens Rea. Kritik tersebut menyinggung isu konsesi tambang bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan dan memantik perbincangan publik.

Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengaku tidak mengenal kelompok pelopor yang dikaitkan dalam perbincangan tersebut. Kini, Anwar Abbas mengeluarkan maklumat etis yang menekankan pentingnya kedewasaan dalam menerima kritik sebagai bagian dari kehidupan berbangsa.

Dalam keterangan tertulis yang diterima awak media melalui WhatsApp, Jumat (9/1/2026) pukul 08.00 WIB, Anwar Abbas menegaskan bahwa kritik merupakan elemen vital bagi kesehatan sebuah bangsa.

Baca Juga:  Grace Natalie Ungkap Jokowi Segera Kenakan Jaket PSI, Konsolidasi Partai Dipercepat

“Dalam masyarakat yang demokratis dan beradab, kritik adalah kebutuhan. Ia berfungsi sebagai cermin untuk melihat kekurangan sekaligus pendorong perbaikan,” ujar Anwar Abbas dalam pernyataannya.

Ia meminta warga Persyarikatan Muhammadiyah, serta masyarakat publik secara umum, untuk tidak bersikap anti-kritik. Sebaliknya, kritik perlu ditempatkan sebagai bahan evaluasi diri yang konstruktif, bukan disikapi dengan emosi atau penolakan berlebihan.

“Yang perlu kita kedepankan adalah kedewasaan. Kritik, termasuk yang disampaikan melalui seni dan humor, hendaknya disikapi dengan kepala dingin, ditimbang substansinya, lalu dijadikan bahan introspeksi,” tambahnya.

Baca Juga:  HJB ke-544, Dedie Rachim Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Bangun Kota Bogor

Anwar Abbas juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam ruang publik. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak menjaga etika dialog, saling menghormati, serta menghindari polarisasi yang tidak produktif.

Pernyataan PP Muhammadiyah ini diharapkan dapat meredam ketegangan sekaligus memperkaya diskursus publik terkait isu pengelolaan sumber daya alam dan peran ormas keagamaan, dengan tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan.

Yuda

Berita Terkait

VIRAL’ DANA DESA Rp842 JUTA DI HARJOWINANGUN JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN TRANSPARANSI: KE MANA BUKTI PENGGUNAANNYA?
Calon Kepala Desa Sukadanau H. Ruslani, S.H. Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan Lewat Silaturahmi dan Penanaman Pohon
BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Perkuat Sinergi Bersama Media dalam Menyebarluaskan Inovasi dan Kemudahan Layanan Program JKN
Rehab Jembatan Belly Bersejarah di Palembang Dimulai, Anggaran Capai Rp 2 Miliar
Warga Kalinyamatan Jepara Keluhkan Pertanyaan Petugas Sensus Dinilai di Luar Tupoksi
Meriah, Grand Final Lomba Karaoke HUT ke-15 APM Sukses Digelar
Bupati Sukabumi Resmi Berhentikan Kepala Desa Babakanjaya
DI MANA JALAN SUMSEL MULUS ? Warga Pertanyakan Klaim Infrastruktur, Ruas Jakabaring–Banyuasin Masih Dipenuhi Lubang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:59 WIB

VIRAL’ DANA DESA Rp842 JUTA DI HARJOWINANGUN JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN TRANSPARANSI: KE MANA BUKTI PENGGUNAANNYA?

Senin, 29 Juni 2026 - 07:01 WIB

Calon Kepala Desa Sukadanau H. Ruslani, S.H. Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan Lewat Silaturahmi dan Penanaman Pohon

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:23 WIB

BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Perkuat Sinergi Bersama Media dalam Menyebarluaskan Inovasi dan Kemudahan Layanan Program JKN

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:13 WIB

Rehab Jembatan Belly Bersejarah di Palembang Dimulai, Anggaran Capai Rp 2 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:54 WIB

Warga Kalinyamatan Jepara Keluhkan Pertanyaan Petugas Sensus Dinilai di Luar Tupoksi

Berita Terbaru