Mayoritas SPPG Belum Miliki SLHS, DPRD Minta Pengawasan MBG Diperketat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 17:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor | Mata Pena News – DPRD Kota Bogor menyoroti serius minimnya kepatuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap standar higiene dan sanitasi. Dari total 55 SPPG yang menjadi tulang punggung program Makan Bergizi Gratis (MBG), hanya empat unit yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi PKS, Dedi Mulyono, menilai kondisi tersebut sebagai tanda bahaya bagi pelaksanaan program MBG yang menyasar anak sekolah, ibu hamil, serta ibu menyusui.

“Ini alarm serius. Semua SPPG harus segera melengkapi sertifikat SLHS. Jangan menunggu sampai ada kasus lagi,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Baca Juga:  52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Menurutnya, kelalaian memenuhi standar kebersihan dapat membuka peluang terulangnya insiden keracunan makanan yang sempat mencoreng program MBG beberapa waktu lalu.

“Anak-anak kita berhak mendapat makanan bergizi yang sehat, aman, dan layak konsumsi. Pengawasan yang lemah tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan publik,” tegas Dedi.

Ia mengatakan DPRD akan mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memperketat supervisi dan mempercepat proses sertifikasi bagi seluruh SPPG. Selain itu, ia mengusulkan penguatan kolaborasi lintas sektor mulai dari sekolah, komite orang tua, hingga pengawas internal pemerintah.

“Keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh dapur produksi, tetapi juga kontrol sosial masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Hadir di Pengukuhan PWI Jabar, KDM Tekankan Pentingnya Pers Independen dan Edukatif

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut proses pemenuhan sertifikasi masih berjalan dan tidak hanya menjadi persoalan Kota Bogor, melainkan juga daerah lain di Indonesia yang turut melaksanakan program MBG secara serentak.

“Program MBG ini bersifat nasional dan dilaksanakan cepat. Pemerintah kota akan mengakselerasi proses pemenuhan standar serta mendampingi seluruh SPPG,” ujar Dedie.

Ia memastikan Pemkot Bogor berkomitmen penuh mendukung percepatan sertifikasi agar seluruh layanan pangan dalam program MBG sesuai syarat dan kriteria yang ditetapkan.

Red

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB