Kisruh lahan seluas 18 hektare milik PT Natura City Development, di Gunung Sindur di Duga Ada Keterlibatan Oknum Anggota Prajurit

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Agustus 2024 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Pena News – Kisruh Lahan Seluas 18 Hektar di Gunung Sindur ,Hal tersebut terjadi lantaran warga dan para penggarap masih menolak untuk mengosongkan lahannya.

Tak hanya itu, baru-baru ini mereka meminta bantuan LSM untuk menghadapi Tim Lapangan Natura City yang sedang melakukan pemagaran lahan.

Atas hal itu, terjadilah aksi saling dorong dan pengerusakan yang menyebabkan pagar berlin milik Natura City rusak.

Kemudian, pada Jumat (09/08) salah seorang warga mengaku memiliki sertifikat kepemilikan sebagian lahan dari 18 hektare lahan milik Natura City.

Menurut laporan tim Natura City di lapangan, warga itu juga nekat memasang pagar berlin di atas lahan Natura City sambil didampingi lima oknum anggota yang mengenakan pakaian prajurit bertuliskan PM dan Provos.

Baca Juga:  Diduga Proyek Jalan Rabat Beton Desa Senu Marga Senilai Rp108,5 Juta Bermasalah, Warga Soroti Kondisi Fisik yang Rusak

Akibat hal itu, Tim Natura City yang berada di lapangan terlibat adu mulut dengan warga dan kelima oknum anggota prajurit tersebut, lantaran mereka mengawal pemasangan pagar berlin sedari pukul 09.00 WIB hingga sore hari.

Tidak berhenti sampai di situ, sehari sebelumnya atau pada Kamis (08/08), terjadi aksi perobohan pagar milik Natura City. Hal itu disaksikan oleh salah seorang warga berinisial Y (44 tahun).

“Saat Kamis malam sekitar jam 9, saya lihat ada dua orang pakai baju loreng TNI masuk ke area galian (tempat pemberlinan), gerak-geriknya mencurigakan,” kata Y, Selasa (13/08/224)

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum PT. Natura City Development, Antoni sangat menyayangkan adanya keikutsertaan oknum anggota prajurit dalam kegiatan orang lain di lahan milik kliennya yang selalu terulang kembali.

Baca Juga:  Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Dokter, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya dr. Eliza Princila Utami

“Saya akan melaporkan kejadian ini ke Polisi Militer atas keterlibatan oknum TNI mengawal pemasangan berlin di area klien kami, kami sudah mengantongi nama dan tempat mereka bertugas,” ujar Antoni.

Antoni juga menyayangkan sikap arogansi oknum prajurit tersebut. Pasalnya di luar aset vital negara, para personel TNI dilarang memberikan jasa pengamanan kepada perusahaan atau pengusaha.

Hal itu tertuang dalam Pasal 39 UU TNI yang disahkan pada tahun 2004 yang berbunyi melarang prajurit TNI untuk terlibat dalam kegiatan bisnis(Red)

Berita Terkait

Diduga Proyek Jalan Rabat Beton Desa Senu Marga Senilai Rp108,5 Juta Bermasalah, Warga Soroti Kondisi Fisik yang Rusak
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Dokter, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya dr. Eliza Princila Utami
Redaksi Berkisah, Tragedi 10 Muharam, Gugurnya Sayyidina Husain di Karbala
Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Meluncur Hingga 2 Kilometer
13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga
SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT
Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir
Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:55 WIB

Diduga Proyek Jalan Rabat Beton Desa Senu Marga Senilai Rp108,5 Juta Bermasalah, Warga Soroti Kondisi Fisik yang Rusak

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:18 WIB

Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Kecam Dugaan Intimidasi terhadap Dokter, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya dr. Eliza Princila Utami

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:14 WIB

Redaksi Berkisah, Tragedi 10 Muharam, Gugurnya Sayyidina Husain di Karbala

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:19 WIB

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas, Meluncur Hingga 2 Kilometer

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:01 WIB

13 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Segera Kantongi SK Bupati, Peluang Baru Dongkrak Ekonomi Warga

Berita Terbaru