Cukai Rokok Akhirnya Terkuak Oleh Purbaya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 17:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Pena News — Pemerintah akhirnya memberi sinyal perubahan besar dalam kebijakan fiskal, khususnya pada sektor cukai rokok. Menteri Keuangan Purbaya menyebut, kebijakan menaikkan cukai selama ini telah menekan industri dalam negeri dan menjadi salah satu penyebab kian melemahnya sektor produksi nasional.

Purbaya menilai, kenaikan pajak dan cukai yang berlapis justru membuat ekonomi nasional tersendat dan industri dalam negeri kehilangan daya saing. “Kebijakan menaikkan cukai tanpa memperhatikan kemampuan industri adalah kebijakan Firaun,” ujarnya, menyinggung kebijakan masa lalu yang dianggap membebani sektor riil tanpa arah pembangunan yang jelas.

Kenaikan cukai rokok selama bertahun-tahun disebutnya sebagai biang keladi tumbuhnya rokok ilegal, karena banyak UMKM tembakau tidak mampu membeli pita cukai yang terus naik tiap tahun. Akibatnya, sebagian masyarakat beralih membuat rokok sendiri, atau yang dikenal dengan istilah tingwe (ngelinting dewe), sebagai bentuk perlawanan terhadap tingginya beban fiskal.

Baca Juga:  Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini

Purbaya berkomitmen untuk membalikkan arah kebijakan tersebut. Pemerintah, katanya, akan menurunkan tarif cukai dan membantu UMKM rokok agar dapat berproduksi secara legal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya re-industrialisasi nasional, dengan menempatkan sektor tembakau sebagai titik awal kebangkitan industri dalam negeri.

Menurutnya, memperkuat industri adalah jalan terbaik untuk meningkatkan penerimaan negara. Bukan dengan menaikkan pajak atau cukai, tetapi dengan menumbuhkan ekonomi secara menyeluruh. “Jika industri hidup, ekonomi tumbuh, dan penerimaan negara meningkat secara alami. Inilah ketahanan fiskal yang sejati, tanpa bergantung pada utang luar negeri,” tegasnya.

Industri tembakau dipandang strategis karena merupakan satu-satunya sektor yang terintegrasi dari hulu ke hilir — mulai dari penanaman tembakau, pabrik rokok, lembaga keuangan, hingga perdagangan internasional. Indonesia sendiri masih menempati posisi produsen tembakau terbesar keempat di dunia, meski hampir separuh kebutuhan bahan bakunya berasal dari impor.

Baca Juga:  Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

Melalui kebijakan baru ini, pemerintah juga mendorong kembali penanaman tembakau nasional, seperti tembakau Deli di Sumatera, tembakau Virginia di Lombok, dan tembakau Sumbawa yang dikenal berkualitas tinggi. “Memulai re-industrialisasi dari tembakau adalah langkah yang tepat. Industri ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga sejarah dan jati diri bangsa,” kata Purbaya.

Kebijakan ini sejalan dengan visi berbaginomic ala Presiden Prabowo, yakni pembangunan ekonomi yang adil dan inklusif, di mana pelaku besar dan kecil tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.


Oleh: Salamuddin Daeng


 

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB