Kembangkan Drone Otonom Bernama SkyFast, Mahasiswa UPER Raih Penghargaan Bergengsi di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Jakarta | Mata Pena News Lebih dari sekadar hobi atau alat fotografi udara, drone kini berevolusi menjadi infrastruktur kunci dalam berbagai sektor industri modern. Pasar drone konsumen global bahkan diprediksi melonjak hampir tiga kali lipat, dari USD 5,89 miliar pada 2025 menjadi USD 15,65 miliar pada 2034 (Fortune Business Insights, 2026). Sementara itu, di Indonesia, nilai pasarnya diperkirakan mencapai USD 93 juta pada 2028.

 

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terwujud. Sistem drone flock —yang mengoperasikan banyak drone sekaligus secara otonom tanpa pilot — masih kerap gagal saat menghadapi rintangan yang muncul tiba-tiba di udara, karena navigasinya belum cukup cepat dan adaptif untuk kondisi ekstrem.

 

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER) yang tergabung dalam Tim RETRO berhasil mengembangkan SkyFast, sebuah purwarupa drone otonom yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan navigasi pada kecepatan tinggi. Inovasi ini bahkan berhasil meraih posisi 3rd Runner Up pada kategori High Speed Drone Flock dalam ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 yang diselenggarakan di Singapore EXPO pada 7–11 April 2026.

Baca Juga:  Hak Pendidikan dan Realitas yang Terabaikan

 

“SkyFast hadir sebagai solusi bagi industri yang memerlukan mobilitas tinggi di lingkungan padat dan tidak terstruktur. Drone ini dirancang dengan arsitektur khusus yang mampu melesat hingga kecepatan 5 m/s dan bergerak melewati celah sempit berukuran 1,5 × 1,5 meter secara mandiri tanpa bantuan pilot,” jelas Ketua Tim RETRO, Arkhen Bassam Ayubi.

Dokumentasi: Drone SkyFast karya Tim Retro Universitas Pertamina
Dokumentasi: Drone SkyFast karya Tim Retro Universitas Pertamina

 

Bersama tim yang terdiri dari Nanda Agricioleovi, R. R. Dwigyantosa R., Inggil Giri Wiranata, Demas Zaky Musa, Muzaki Ahmad F., Rayzar Raja F., Quinadiene Nasywa A., dan Joseph Yang, serta dibimbing oleh Ketua Program Studi sekaligus Dosen Teknik Elektro, Dr. Eng. Muhammad Abdillah, S.T., M.T., keberhasilan ini didukung oleh keunggulan utama SkyFast pada desain fisiknya yang mengusung konsep 100% Crash-Proof Geometry. Dengan memanfaatkan material PLA-Carbon serta kombinasi hibrida Carbon-Nylon pada pelindung baling-baling, drone ini dirancang untuk mampu menyerap energi benturan secara optimal.

 

“Selain ketangguhan fisik SkyFast memadukan sensor LiDAR dan algoritma A-STAR yang memungkinkannya memindai lingkungan 360 derajat untuk menemukan rute tercepat. Didukung oleh metode komputasi FAST-LIO dan komputer mini Raspberry Pi, drone ini ibarat memiliki otak cerdas yang mampu merespons rintangan secara seketika tanpa ada jeda waktu,” tambah Arkhen.

Baca Juga:  Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Banyuasin, Atap Teras SMPN 3 Terlangu Ambruk

 

Pada kompetisi yang mempertemukan sembilan finalis dari Indonesia dan Singapura ini, Tim RETRO UPER finis di peringkat keempat — tepat di bawah National University of Singapore (Juara), Nanyang Technological University (1st Runner Up), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2nd Runner Up). Pencapaian ini menjadikan UPER satu-satunya universitas swasta Indonesia yang menembus podium dalam kategori tersebut.

 

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, S.Si., M.Si., turut memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian internasional ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kekuatan kurikulum Program Studi Teknik Elektro UPER yang memiliki spesialisasi pada bidang Automation and Internet of Things.

 

“Keberhasilan para mahasiswa ini merupakan cerminan kesiapan kita dalam menjawab tantangan teknologi masa depan yang menuntut sistem cerdas. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa UPER telah siap menciptakan inovasi teknologi otonom yang akan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan industri maupun nasional,” pungkas Prof. Djoko.

Irawan

Berita Terkait

Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Banyuasin, Atap Teras SMPN 3 Terlangu Ambruk
Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia
Warisan Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir
Hak Pendidikan dan Realitas yang Terabaikan
UPER dan PF, Fondasi Pertamina dalam Menjawab Tantangan Transisi Energi
Kado Terindah Satu Dekade: Universitas Pertamina (UPER) Raih Akreditasi “UNGGUL” dari BAN-PT
Larangan Penjualan LKS di Sekolah Negeri Diduga Dilanggar, Praktik Lama Kembali Marak di Jepara
Mengapa Bantuan Sering Terlambat? Pakar UPER Soroti Tantangan Logistik Bencana di Sumatera
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:03 WIB

Kembangkan Drone Otonom Bernama SkyFast, Mahasiswa UPER Raih Penghargaan Bergengsi di Kompetisi Internasional SAFMC 2026 Singapura

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:02 WIB

Lemahnya Pengawasan Dinas Pendidikan Banyuasin, Atap Teras SMPN 3 Terlangu Ambruk

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:19 WIB

Hari Bumi: Pakar UPER Peringatkan Bahaya Gas Metana di Balik Krisis TPA Indonesia

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:08 WIB

Warisan Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:30 WIB

Hak Pendidikan dan Realitas yang Terabaikan

Berita Terbaru