Budayawan Tolak Jalan Baru di Batutulis, Wali Kota Bogor: Kepentingan Umum Tak Bisa Dikesampingkan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor | Mata Pena NewsRencana pembangunan jalan baru menuju kawasan Batutulis, Kota Bogor, menuai penolakan dari sejumlah budayawan. Mereka menilai lahan yang akan dibangun termasuk dalam kawasan Cagar Budaya sehingga perlu dijaga dari aktivitas yang berpotensi merusak nilai historisnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka ruang dialog bagi seluruh aspirasi masyarakat, termasuk kelompok budayawan.

Namun, ia mengingatkan agar diskusi dilakukan secara proporsional dan tetap menghargai nilai-nilai budaya Sunda, khususnya yang berlaku di Kota Bogor.

“Aspirasi boleh saja. Pemerintah Kota Bogor juga tidak ingin gegabah, semuanya tetap diperhitungkan,” ujar Dedie di Bogor, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga:  Aktivitas Tambang di Desa Pancur Jepara Disorot, Warga Pertanyakan Dampak Lingkungan dan Pengawasan

Menurut Dedie, pemerintah mengambil alih proses pembebasan lahan untuk memastikan penataan yang lebih baik. Sebelumnya, lahan tersebut merupakan milik pribadi dan bebas dimanfaatkan pemiliknya. Namun, setelah diambil alih, pemerintah berencana memanfaatkan sebagian lahan itu sebagai akses jalan baru dengan lebar sekitar 12 meter
.
Dedie menjelaskan bahwa pembangunan jalan baru merupakan kebutuhan mendesak setelah Jalan Saleh Danasasmita mengalami longsor pada Maret 2025 lalu. Kerusakan itu memutus akses warga di Kecamatan Bogor Selatan dan berdampak pada kegiatan ekonomi serta mobilitas harian masyarakat.

Baca Juga:  Matapenanews

“Tidak usah jadi polemik. Kepentingan masyarakat harus kita dahulukan. Bukan berarti pemerintah tidak mendengar, pemerintah mah mendengar. Dialog tetap dilakukan, tapi sesuai nilai-nilai kebogoran,” katanya.

Menanggapi usulan budayawan agar jalan dibangun mengikuti jalur eksisting, Dedie menyebut hal tersebut tidak memungkinkan karena sisa lebar jalur lama hanya sekitar 2,5 meter, sehingga tidak layak dilalui kendaraan.
Ia menekankan bahwa keputusan

pembangunan jalan baru didasarkan pada kajian teknis serta regulasi yang berlaku, bukan atas keinginan pribadi ataupun instansi tertentu.

Red

Berita Terkait

Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan, SDN 1 Panggung Harjo Diduga Lakukan Pungli dan Penyimpangan Anggaran
Mutiara Hikmah BES :Tadabbur JUBEDIL QS. Fatir Ayat 1–2 ‘Jangan ngais jadi Tuhan, Kau cuma Utusan”
Aklamasi di Munas XVIII HIPMI, Ade Jona Prasetyo Resmi Nahkodai Pengusaha Muda Indonesia hingga 2029
Mutiara Hikmah BES :Menyelamatkan Satu Jiwa, Menyelamatkan Seluruh Manusia
Warga Sidomulyo Laporkan Dugaan Pungutan dan Penyimpangan Dana di SDN 1 Sidomulyo
Reses Anggota DPRD Provinsi Doni Maradona Hutabarat Serap Aspirasi Warga Desa Cilebut Timur
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pertamina EP Zona 4 Sigap Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Muara Enim dan Prabumulih
Mutiara Hikmah BES :Belajar dari Generasi Terdahulu, Membangun Generasi Taqwa
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:18 WIB

Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan, SDN 1 Panggung Harjo Diduga Lakukan Pungli dan Penyimpangan Anggaran

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:33 WIB

Mutiara Hikmah BES :Tadabbur JUBEDIL QS. Fatir Ayat 1–2 ‘Jangan ngais jadi Tuhan, Kau cuma Utusan”

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:54 WIB

Aklamasi di Munas XVIII HIPMI, Ade Jona Prasetyo Resmi Nahkodai Pengusaha Muda Indonesia hingga 2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:55 WIB

Mutiara Hikmah BES :Menyelamatkan Satu Jiwa, Menyelamatkan Seluruh Manusia

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:57 WIB

Warga Sidomulyo Laporkan Dugaan Pungutan dan Penyimpangan Dana di SDN 1 Sidomulyo

Berita Terbaru