Redaksi Berkisah, Kisah Ammar bin Yasir : Pejuang Setia yang Tegar dalam Derita

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Mei 2025 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksi Berkisah,
Kisah Ammar bin Yasir : Pejuang Setia yang Tegar dalam Derita

Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Dalam sejarah perjuangan Islam, nama Ammar bin Yasir tercatat sebagai simbol keteguhan, kesetiaan, dan kesabaran luar biasa. Ia bukan berasal dari kalangan bangsawan Quraisy, melainkan anak dari keluarga budak yang pertama-tama menyambut Islam dengan hati tulus.

Ayahnya, Yasir, dan ibunya, Sumayyah, termasuk golongan pertama yang masuk Islam di bawah bimbingan Rasulullah SAW. Namun keimanan mereka justru mengundang siksaan keji dari kaum musyrik Mekah. Di tengah gurun yang panas, keluarga ini disiksa dengan rantai dan cambuk demi diminta kembali kepada kekufuran. Namun mereka tetap tegar.

Baca Juga:  Disdik Kabupaten Bogor Tampilkan Inovasi Pendidikan di Kabogor Fest 2026

Sumayyah, sang ibu, menjadi wanita pertama yang gugur sebagai syahidah dalam Islam—dibunuh oleh Abu Jahal. Yasir pun wafat dalam siksaan. Dan Ammar? Ia tetap bertahan, meski dalam derita. Bahkan dalam kondisi sangat tertekan, ia sempat dipaksa mengucapkan kalimat kufur. Namun Rasulullah menenangkannya dan bersabda, “Jika mereka mengulanginya, ulangilah (ucapan itu) seperti tadi, selama hatimu tetap dalam keimanan.” (HR. Ibnu Majah)

Ammar bin Yasir kemudian tumbuh menjadi sahabat yang gagah dan setia. Ia ikut dalam banyak pertempuran besar, mulai dari Badar hingga Khandaq. Rasulullah sangat mencintainya. Dalam sebuah hadis, Nabi bersabda, “Ammar akan dibunuh oleh kelompok pemberontak.” Ramalan itu pun terbukti saat ia syahid dalam Perang Shiffin.

Baca Juga:  Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Didampingi Megawati dan Gibran

Kisah Ammar bin Yasir adalah kisah tentang keberanian dan kesetiaan seorang mukmin sejati. Ia kehilangan keluarga, disiksa karena iman, namun tetap teguh berdiri di jalan Islam. Namanya menjadi pelita bagi siapa pun yang berjuang dalam tekanan dan ujian.

Salam hormat,
Tim Redaksi Mata PenaNews

Berita Terkait

Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha
Wakapolri Turun Langsung Layani Warga di Megamendung, Ratusan Masyarakat Ikuti Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80
Mutiara Hikmah BES : Empat Tugas Pemimpin dalam Al-Qur’an dan Sikap Menghadapi Kezaliman
Jadi korban kejahatan jalanan yang macet dan semrawut di pertigaan agria “FKRW kelurahan jati bening baru angkat bicara”
DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak?
Kadisdik Prabumulih: Patuhi Juknis PPDB, Tidak Perlu Titip-Menitip
Mutiara Hikmah BES : KEADILAN DI ATAS KEBENCIAN: WUJUD KESEMPURNAAN ISLAM DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA
Meriahkan HJB ke-544, Imigrasi Bogor Buka Layanan Paspor Khusus dengan Kuota 544 Pemohon
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:52 WIB

Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha

Senin, 15 Juni 2026 - 07:32 WIB

Wakapolri Turun Langsung Layani Warga di Megamendung, Ratusan Masyarakat Ikuti Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80

Senin, 15 Juni 2026 - 07:22 WIB

Mutiara Hikmah BES : Empat Tugas Pemimpin dalam Al-Qur’an dan Sikap Menghadapi Kezaliman

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jadi korban kejahatan jalanan yang macet dan semrawut di pertigaan agria “FKRW kelurahan jati bening baru angkat bicara”

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:53 WIB

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak?

Berita Terbaru

News

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak?

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:53 WIB