PALEMBANG, MATA PENA NEWS – Penutupan akses jalan di kawasan Jalan Sudirman Cinde, Kota Palembang, selama kurang lebih tiga bulan terakhir berdampak terhadap aktivitas ekonomi para pedagang batu akik. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pembeli hingga kehilangan pemasukan harian.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang harus bertahan di tengah lesunya aktivitas perdagangan. Sejak akses jalan ditutup, mobilitas masyarakat di sekitar lokasi disebut menurun sehingga jumlah pengunjung dan pembeli ikut berkurang drastis.
Akibatnya, omzet penjualan batu akik merosot tajam. Bahkan, sebagian pedagang mengaku tidak lagi memperoleh penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang pedagang batu akik mengungkapkan bahwa selama tiga bulan terakhir kondisi usahanya semakin terpuruk. Modal yang sebelumnya digunakan untuk menjalankan usaha kini terpaksa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Kami sudah tiga bulan tidak ada penghasilan tetap. Pembeli jarang lewat, barang tidak laku, modal pun habis terpakai,” ungkap salah seorang pedagang kepada tim media, Jumat (30/10/2026).
Para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan mengenai kebijakan penutupan akses jalan tersebut. Mereka juga meminta adanya kepastian kapan jalan dapat kembali dibuka agar aktivitas perdagangan bisa berjalan normal.
Menurut mereka, keberlangsungan usaha kecil sangat bergantung pada akses masyarakat menuju lokasi perdagangan. Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa kepastian, para pedagang khawatir usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka semakin sulit dipertahankan.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi dari instansi atau pihak berwenang mengenai alasan penutupan Jalan Sudirman Cinde, termasuk target penyelesaian dan rencana pembukaan kembali akses jalan tersebut.
Reporter: ROBBANI
Biro Kota Palembang
MATA PENA NEWS














