JEPARA, Mata Pena News – Anggota DPR RI asal Jepara, Jamaludin Malik, menjadi perbincangan di media sosial setelah pernyataannya mengenai perekrutan tenaga ahli bergelar profesor viral. Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan warganet, termasuk adu komentar antara Jamaludin Malik dan akun Info Jepara Terkini.
Dalam video yang beredar, Jamaludin Malik terlihat mengenakan pakaian ihram dan menyampaikan pernyataan mengenai keseriusannya menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Saya sangat serius menjadi DPR, saya buktikan dengan merekrut tenaga ahli yang bergelar Prof,” tulisnya dalam pernyataan yang beredar.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari akun Info Jepara Terkini. Akun itu menuliskan frasa pencarian “Prof Hendri Hendraguna” disertai komentar, “pamer tah”.
Jamaludin Malik kemudian membalas komentar tersebut melalui akun pribadinya. Ia menjelaskan bahwa perekrutan tenaga ahli bergelar profesor yang disampaikannya merupakan bentuk keseriusannya dalam bekerja sebagai anggota legislatif.
“Harus dipamerkan karena ini bukti saya serius dalam bekerja, karena profesor itu gajinya nggak mungkin kecil. Kita jadi dewan nggak boleh asal-asalan dalam bekerja untuk rakyat,” tulis Jamaludin Malik dalam kolom komentar.
Perdebatan berlanjut ketika akun Info Jepara Terkini membalas dengan kalimat, “rakyat yang mana?” disertai sejumlah emoji tertawa.
Jamaludin Malik kemudian menanggapi, “Seng jelas dudu sampeyan,” yang dalam bahasa Indonesia berarti “yang jelas bukan Anda”.
Di tengah perdebatan tersebut, sejumlah warganet turut memberikan tanggapan. Salah satunya akun Hoby Badminton yang menilai publikasi aktivitas pejabat melalui media sosial dapat menjadi salah satu sarana komunikasi dengan masyarakat.
“Bukan pamer, ini salah satu cara sosialisasi yang efektif saat ini. Karena jika menjadi pejabat publik, semua aktivitas harus diketahui rakyat,” tulis akun tersebut.
Menuai Beragam Respons
Polemik tersebut memperlihatkan beragam pandangan masyarakat terhadap cara pejabat publik menyampaikan aktivitas dan kinerjanya melalui media sosial.
Sebagian warganet memandang perekrutan tenaga ahli bergelar profesor sebagai langkah yang dapat mendukung pekerjaan legislasi. Sementara itu, sebagian lainnya mempertanyakan cara penyampaian informasi tersebut karena dinilai terkesan memamerkan perekrutan tenaga ahli.
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, penggunaan tenaga ahli dalam mendukung tugas anggota legislatif menjadi bagian yang dapat dibahas dalam konteks peningkatan kualitas kerja, kajian kebijakan, serta pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Nama Prof. Hendri Hendraguna disebut dalam percakapan tersebut sebagai sosok yang dikaitkan dengan tenaga ahli Jamaludin Malik. Namun, informasi mengenai status penugasan, ruang lingkup pekerjaan, serta mekanisme pembiayaannya perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Hingga berita ini disusun, polemik tersebut menjadi perbincangan di media sosial. Penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait diperlukan untuk memberikan gambaran yang utuh kepada publik.
Mata Pena News akan terus mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan verifikasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Yuda














