Akademisi Politeknik ATI Padang Teliti Bahan Organik Lokal untuk Tingkatkan Produktivitas Karet di Muba

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN | MATA PENA NEWS – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan karet sekaligus menekan biaya usaha tani terus dikembangkan melalui kolaborasi akademisi dan kelompok tani di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pada 2026, tim peneliti Politeknik ATI Padang bersama Kelompok Tani Desa Sukamaju yang merupakan kelompok binaan Medco E&P Grissik Ltd. melakukan penelitian pemanfaatan bahan organik lokal sebagai alternatif pendukung pemupukan tanaman karet.

Penelitian ini melibatkan dua peneliti, yakni Vivi dan Rahmat, yang melakukan kajian langsung di lahan perkebunan karet milik Darmansyah, salah satu anggota Kelompok Tani Desa Sukamaju. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta membuka peluang efisiensi biaya produksi bagi petani.

Sebelum dilaksanakan di Musi Banyuasin, penelitian pembanding juga telah dilakukan di sejumlah wilayah, yakni Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Pengamatan lintas wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi penerapan perlakuan berbasis bahan organik pada kondisi perkebunan yang berbeda.

Manfaatkan Bahan Organik yang Tersedia di Sekitar Petani

Dalam penelitian ini, tim mengkaji potensi sejumlah bahan organik yang relatif mudah ditemukan di lingkungan perkebunan, antara lain tandan kosong kelapa sawit, kotoran sapi dan kambing, urine sapi, serta mikroorganisme lokal (MOL) yang dibuat menggunakan bahan bonggol pisang.

Rangkaian kegiatan meliputi observasi kondisi lahan, pengambilan sampel tanah dan getah karet, sosialisasi kepada anggota kelompok tani, serta pemantauan rutin terhadap hasil penyadapan.

Baca Juga:  Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Pengamatan dilakukan dengan mencatat volume dan karakteristik getah yang dihasilkan. Data tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk membandingkan potensi perlakuan organik dengan praktik pemupukan konvensional.

Selain aspek produktivitas, penelitian juga menyoroti sisi ekonomi. Tim membandingkan biaya pembuatan dan penggunaan pupuk organik berbahan lokal dengan pengeluaran untuk pembelian pupuk kimia per hektare lahan.

Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peluang pemanfaatan bahan organik yang tidak hanya mempertimbangkan kondisi tanaman, tetapi juga kemampuan ekonomi petani.

Hasil Awal Menunjukkan Potensi, Masih Perlu Pengujian

Berdasarkan pengamatan awal di Musi Banyuasin, tanaman karet yang mendapatkan perlakuan organik menunjukkan indikasi aliran getah lebih deras dan masa penyadapan yang lebih panjang.

Perubahan volume serta kekentalan getah juga menjadi bagian dari parameter yang diamati untuk menilai kemungkinan pengaruh perlakuan terhadap hasil perkebunan.

Meski demikian, indikasi tersebut masih merupakan temuan awal. Pengamatan lanjutan dan analisis data diperlukan untuk memastikan apakah perubahan yang terlihat benar-benar berkaitan dengan perlakuan organik, sekaligus mengukur tingkat efektivitasnya terhadap produktivitas tanaman karet.

Dengan demikian, hasil penelitian belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa penggunaan bahan organik tertentu pasti meningkatkan produksi getah. Kesimpulan akhir tetap memerlukan hasil pengujian yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Bidik Peluang Penghematan Biaya Produksi

Di tengah tantangan biaya sarana produksi pertanian, pemanfaatan bahan organik yang tersedia di sekitar desa menjadi salah satu alternatif yang layak dikaji. Bahan-bahan tersebut berpotensi membantu petani mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mengurangi sebagian pengeluaran untuk kebutuhan pemupukan.

Baca Juga:  Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Dalam penelitian ini, peluang penghematan biaya sebesar 40–60 persen menjadi salah satu target yang akan dievaluasi lebih lanjut. Namun, angka tersebut belum merupakan hasil penghematan yang telah terverifikasi.

Pembuktian diperlukan melalui perhitungan biaya bahan baku, tenaga kerja, proses pengolahan, aplikasi di lahan, serta perbandingan hasil produksi dalam periode pengamatan yang memadai.

Evaluasi tersebut penting agar alternatif pemupukan yang dikembangkan tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi petani.

Perkuat Sinergi Akademisi dan Kelompok Tani

Kolaborasi antara tim peneliti Politeknik ATI Padang dan Kelompok Tani Desa Sukamaju menjadi ruang penerapan pengetahuan akademik dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat perkebunan. Dukungan konteks pembinaan oleh Medco E&P Grissik Ltd. turut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan penelitian dan pendampingan di tingkat petani.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, petani berkesempatan mengenali potensi bahan organik lokal, mengikuti proses pengamatan, serta mempelajari pendekatan pengelolaan perkebunan yang lebih efisien.

Apabila pengujian lanjutan menunjukkan hasil yang konsisten, metode pemanfaatan bahan organik tersebut berpotensi dikembangkan sebagai salah satu alternatif pendukung pemupukan bagi kelompok tani lainnya.

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi pengembangan perkebunan karet di Kabupaten Musi Banyuasin, khususnya dalam mendorong efisiensi usaha tani, pemanfaatan sumber daya lokal, dan penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Penulis: Zulkarnain, S.T.

Berita Terkait

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis
Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya
Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
FH Universitas Pancasila Luncurkan Roadmap Transformasi 2026–2028, Siapkan Lulusan Hukum Berdaya Saing Global
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Selasa, 15 September 2026 - 05:52 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya

Berita Terbaru