Redaksi Berkisah, Kisah Panglima Islam Shalahuddin Al-Ayyubi: Singa dari Palestina, Penakluk Tanpa Dendam

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Redaksi Berkisah
Kisah Panglima Islam
Shalahuddin Al-Ayyubi: Singa dari Palestina, Penakluk Tanpa Dendam

Oleh: Rudi Irawan
Pembaca yang dirahmati Allah SWT,
Dalam lembaran sejarah Islam, terdapat satu nama yang bersinar bukan hanya karena keberaniannya di medan perang, tetapi karena kemuliaan akhlaknya dalam kemenangan—Shalahuddin Al-Ayyubi, atau yang dalam sejarah Barat dikenal sebagai Saladin.

Ia bukan keturunan Arab Quraisy, melainkan lahir di Tikrit dari keluarga Kurdi. Namun cintanya kepada Islam dan Baitul Maqdis mengalahkan sekat darah dan bangsa. Shalahuddin tumbuh sebagai prajurit yang cerdas, pemimpin yang lembut, dan mujahid yang penuh keteguhan.

Puncak perjuangannya terjadi ketika Yerusalem, tanah suci umat Islam, berada dalam cengkeraman pasukan salib selama hampir 90 tahun. Tapi Shalahuddin tidak terburu-buru. Ia mempersatukan umat yang tercerai-berai, menyatukan kekuatan Mesir dan Syam, dan menyusun strategi panjang.

Baca Juga:  Hangatnya Silaturahmi di Joglo Pancasila, Pemuda Pancasila Jepara Perkuat Soliditas Kader

Pada tahun 1187 M, Perang Hattin menjadi titik balik sejarah. Pasukan Salib dihancurkan dengan taktik brilian dan kesabaran luar biasa. Tak lama kemudian, Yerusalem kembali ke pangkuan Islam.

Namun yang membuat dunia takjub bukan sekadar kemenangannya—tetapi caranya menang. Ketika Yerusalem ditaklukkan, tak ada pembantaian, tak ada balas dendam, tak ada pemaksaan keyakinan. Shalahuddin menjamin keselamatan rakyat Kristen dan Yahudi. Ia memberi waktu, perlindungan, bahkan menebus mereka yang miskin agar dapat keluar dengan selamat.

Baca Juga:  Pembangunan GOR di Desa Tirta Makmur Mangkrak, Telan Anggaran Rp4 Miliar

Ia adalah simbol bahwa Islam bukan agama penaklukan, tapi agama kemuliaan. Shalahuddin tak membalas kekejaman Perang Salib pertama dengan kekejaman baru. Ia memilih maaf daripada murka, kehormatan daripada balas dendam.

Shalahuddin wafat dalam kesederhanaan. Ia yang pernah memimpin jutaan, wafat tanpa meninggalkan harta. Bahkan kain kafannya harus dibelikan oleh orang lain.

> “Ia yang menguasai Yerusalem,” kata seorang penulis Eropa, “namun meninggalkan dunia tanpa satu keping emas pun.”

Shalahuddin mengajarkan kita bahwa kemenangan sejati bukan hanya ketika kota ditaklukkan, tetapi ketika hati manusia tunduk oleh keadilan, bukan ketakutan.

Salam hormat,
Tim Redaksi Mata PenaNews

Berita Terkait

Paguyuban Swadaya Bersatu Kembali Bersinergi Dengan Pemdes Babakan Membangun Jalan Lingkungan Ke XXI Dan XXII
Pembentukan Ketua Karang Taruna Tingkat Rw Desa Bojong Indah Kec Parung Dihadiri Anggota DPRD Kab. Bogor Sutisna S. Fil.I
Ketua Dpac Ciseeng Ppbni Satria Banten Lantik Ketua Dprt Ds. Cihowe Dan Dprt Ds. Cibeuteung Muara
Pembangunan Gedung olahraga mini Desa Ganesa Mukti , Diduga Jadi Lahan Korupsi
Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula Diduga Abaikan Peran Daerah, Disnaker Kabupaten Bogor Tak Dilibatkan
Dugaan ketidak sesuaian pembangunan Gapura Di Desa Marga Rukun Warga Minta Audit Anggaran 
Jalan poros Tak Kunjung Diperbaiki warga Memohon Peran Serta Pemerintah kabupaten Banyuasin Untuk Lakukan perbaikan 
Dugaan ketidak sesuaian pembangunan gedung posyandu di Muara Padang Warga Minta Audit Anggaran 
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:26 WIB

Paguyuban Swadaya Bersatu Kembali Bersinergi Dengan Pemdes Babakan Membangun Jalan Lingkungan Ke XXI Dan XXII

Selasa, 28 April 2026 - 16:15 WIB

Pembentukan Ketua Karang Taruna Tingkat Rw Desa Bojong Indah Kec Parung Dihadiri Anggota DPRD Kab. Bogor Sutisna S. Fil.I

Selasa, 28 April 2026 - 16:07 WIB

Ketua Dpac Ciseeng Ppbni Satria Banten Lantik Ketua Dprt Ds. Cihowe Dan Dprt Ds. Cibeuteung Muara

Selasa, 28 April 2026 - 15:58 WIB

Pembangunan Gedung olahraga mini Desa Ganesa Mukti , Diduga Jadi Lahan Korupsi

Selasa, 28 April 2026 - 11:51 WIB

Program Bantuan Tenaga Kerja Mandiri Pemula Diduga Abaikan Peran Daerah, Disnaker Kabupaten Bogor Tak Dilibatkan

Berita Terbaru