Panwascam kecamatan Rawalumbu Tertibkan 8456 APK( Alat peraga kampanye)

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Februari 2024 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  1. Reporter :Joko

Kota Bekasi  | matapenanews.com- Memasuki masa tenang Pemilu 2024, Panwascam kecamatan Bantar gebang menertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye (APK) yang ada di wilayah Kecamatan Bantar gebang-kota Bekasi , Minggu (11/2/2024). Lalu

Ketua Divisi P3S Kecamatan Bantar gebang H.Bulloh membenarkan telah melaksanakan penertiban APK hingga tanggal 13 Februari 2024.

“Tentunya dengan teknis yang luasannya lumayan luas juga, makanya pembagian penertiban APK dibagi beberapa tim.

ucap Pak H.Bulloh di lokasi pres rilis yang ber ada di kantor Panwascam, saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatannya.

H.Bulloh menerangkan bahwa untuk penertiban APK, Panwascam Kecamatan Bantar gebang dibantu pihak aparat penegah hukum beserta instansi-instansi terkait.

Baca Juga:  Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?

“Alhamdulilah dengan dibantu forkopimcam, yaitu dari Polsek, dari Koramil, dari Sat Pol PP kecamatan Bantar gebang,
kapolsek ataupun danramil, tentunya kita sampai hari ini berjalan dengan lancar dalam rangka penertiban APK,” terangnya.

Sebelum dilaksanakan penertiban APK, Panwascam Bantar gebang menggelar apel terlebih dahulu, yang dimulai dari jam 8.00 Wib sampai jam 9.30 WIB.

“Kita melaksanakan apel terlebih dahulu, setelah apel baru dari situ kita sudah mulai awal sebagai simbolis Kebetulan kita di bantu temen2 PTPS sekecamatan Bantar gebang, penertiban itu kita mulai dari Jalan-jalan utama imbuhnya.

Adapun untuk target penertiban APK, H.Bulloh pun menyampaikan tentunya kalau di minimalisir hari ini belum bisa beres semua, mungkin sedikit lagi.

Baca Juga:  Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?

“Sampai hari tenang kita tetap menyisir, biar nanti kondusivitas dijalan dan rekan-rekan partai politik juga tidak ada yang mengadu, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan,” jelasnya.

H.Bulloh pun menjelaskan, beberapa hari kedepan akan menyisir bersama semua PKD dan di bantu temen2 PTPS sekecamatan Bantar gebang juga.

“Alhamdulilah penertiban APK berjalan dengan lancar, karena kita gabungan keseluruhan. Makanya Forkopimcam juga hadir, ini keseluruhan kecamatan Bantar gebang, PKD dan dibantu juga oleh para pengawas TPS juga,” pungkas .

Untuk target penertiban APK di setiap kecamatan dipastikan akan selesai di tanggal 13 Februari 2024 di masa tenang menjelang Pemilu 2024.

Berita Terkait

Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?
NasDem Kabupaten Bogor Resmikan Gedung DPD Sendiri, Pertama di Jawa Barat
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945
Arief Martha Rahadyan: Membaca Prabowo Secara Utuh sebagai Upaya Penguatan Nalar Kebangsaan
Kuliah Umum USB Bandung Berubah Jadi Alarm Bahaya, MS Kaban: Bencana Ekologi Bukti Tatakelola Negara Gagal
Ikhtiar Hukum dan Langkah Eggi Sudjana Bertemu Jokowi
Harlah ke-53, DPC PPP Kabupaten Bogor Fokus Regenerasi Kader Milenial dan Gen Z
Partai Gema Bangsa Resmi Deklarasi di Jakarta, Dukung Prabowo di Pilpres 2029
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:35 WIB

Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?

Senin, 2 Februari 2026 - 10:44 WIB

NasDem Kabupaten Bogor Resmikan Gedung DPD Sendiri, Pertama di Jawa Barat

Senin, 2 Februari 2026 - 08:43 WIB

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:58 WIB

Arief Martha Rahadyan: Membaca Prabowo Secara Utuh sebagai Upaya Penguatan Nalar Kebangsaan

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:49 WIB

Kuliah Umum USB Bandung Berubah Jadi Alarm Bahaya, MS Kaban: Bencana Ekologi Bukti Tatakelola Negara Gagal

Berita Terbaru