Kota Bogor | Mata Pena News – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan pembangunan satuan pendidikan baru tingkat SMA Negeri pada tahun 2026. Rencana tersebut ditandai dengan survei lokasi yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Bogor bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, Jumat (26/9/2025).
Kepala Bapperida Kota Bogor, Rudy Mashudi, menjelaskan terdapat tiga lahan yang menjadi kandidat lokasi pembangunan. Pertama, lahan milik Pemprov Jawa Barat di Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, seluas 5.327 meter persegi. Lokasi ini dinilai memenuhi banyak kriteria dan diproyeksikan sebagai SMA Negeri 11 Kota Bogor.
Kedua, lahan di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, dengan luas 6.330 meter persegi. Meski strategis karena berhadapan dengan Puskesmas Pembantu Villa Duta, akses menuju lokasi masih terbatas.
Ketiga, lahan seluas hampir 8.900 meter persegi di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Lahan ini bersebelahan dengan GOR Bogor Selatan sehingga memiliki nilai tambah dari sisi fasilitas pendukung.
“Pembangunan unit sekolah baru tingkat SMA dan SMK Negeri menjadi prioritas karena daya tampung sekolah yang ada belum sebanding dengan jumlah lulusan SMP setiap tahunnya,” kata Rudy.
Berdasarkan data Pemkot Bogor, saat ini terdapat 10 SMA Negeri dan 4 SMK Negeri dengan total daya tampung 5.148 siswa. Padahal, rata-rata lulusan SMP di Kota Bogor mencapai 13.661 siswa per tahun.
Ketimpangan tersebut kerap menimbulkan persoalan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Karena itu, Pemkot Bogor telah tiga kali bersurat kepada Gubernur Jawa Barat agar pembangunan unit sekolah baru segera direalisasikan.
Rudy menambahkan, usulan tersebut telah direspons Pemprov Jawa Barat dan masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. “Semoga kehadiran sekolah baru ini dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kota Bogor yang saat ini masih 10,71 tahun,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan KCD Pendidikan Wilayah 2 Jawa Barat, Arso. Ia menilai lokasi-lokasi yang disurvei layak untuk pembangunan SMA Negeri baru dan akan segera dilaporkan kepada pimpinan.
Survei turut dihadiri perwakilan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta aparat wilayah setempat.
Red










