Menjaga Warisan Leluhur: Bendungan Mas Yono, Cagar Budaya yang Butuh Perhatian Serius

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Gunung Sindur| | Mata Pena News – Di balik tenangnya aliran air Bendungan Mas Yono, tersimpan cerita panjang tentang peradaban, perjuangan petani, dan warisan teknologi Belanda yang membentuk sejarah Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur.

Bendungan yang dibangun pada masa kolonial ini kini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menandakan betapa pentingnya nilai sejarah yang dimilikinya. Namun, kondisi fisiknya kini kian mengkhawatirkan.

Kepala Desa Curug, H. Edi Mulyadi, menyuarakan keresahan warga terhadap kondisi bendungan. Ia berharap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten segera mengambil langkah nyata. “Kami ingin bendungan ini tidak hanya dikenang, tapi juga difungsikan kembali. Butuh pengerukan hingga kedalaman empat meter, serta pembagian aliran agar air tidak meluap,” ujarnya pada Kamis (17/4)

Baca Juga:  Diduga Gudang Penimbunan CPO Ilegal di Ogan Ilir, Warga Sebut Seolah Kebal Hukum

Lebih jauh, ia juga mengusulkan agar bendungan dijadikan objek wisata sejarah. Menurutnya, potensi wisata edukatif di kawasan ini sangat besar, apalagi ditambah cerita panjang yang dimilikinya.

Baca Juga:  Diduga kepala sekolah SDN 01 .karang endah Rangkap 3 Jabatan jadi Sorotan Publik dan Aktivis SumSel 

Dulu, bendungan ini menjadi sumber pengairan utama bagi lahan pertanian di sekitar desa. Kini, selain sebagai saksi bisu zaman, Mas Yono menyimpan harapan baru: menjadi simbol pelestarian budaya dan penggerak ekonomi lokal berbasis sejarah.

Bendungan Mas Yono adalah bukti nyata bahwa infrastruktur bukan hanya soal pembangunan, tapi juga identitas dan warisan. Jangan biarkan situs bersejarah ini terlupakan.

Redaksi

 

Berita Terkait

Bupati Rudy Susmanto Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden RI untuk Warga Kabupaten Bogor
Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
Pilkades Kabupaten Bogor Terancam Molor ke 2028, Pemkab Masih Menanti Aturan Pusat
Aktivitas Tambang di Desa Pancur Jepara Disorot, Warga Pertanyakan Dampak Lingkungan dan Pengawasan
Redaksi berkisah, Menjemput Kemuliaan Zulhijah: Puasa Tarwiyah dan Arafah Jadi Momentum Membersihkan Jiwa
Akp Pur pol H.Ruslani SH.calon kepala desa sukadanau Pimpin langsung Korve di Desa sukadanau.
Jamkeswatch Bekasi Soroti Persoalan Jaminan Kesehatan, Desak Pemkab Bentuk Satgas dan Aktifkan UHC
Gandeng Pakar Global dan Industri, Universitas Pertamina Bedah Solusi Kota Hijau
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:25 WIB

Bupati Rudy Susmanto Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden RI untuk Warga Kabupaten Bogor

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:13 WIB

Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:26 WIB

Pilkades Kabupaten Bogor Terancam Molor ke 2028, Pemkab Masih Menanti Aturan Pusat

Senin, 25 Mei 2026 - 16:12 WIB

Aktivitas Tambang di Desa Pancur Jepara Disorot, Warga Pertanyakan Dampak Lingkungan dan Pengawasan

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:48 WIB

Redaksi berkisah, Menjemput Kemuliaan Zulhijah: Puasa Tarwiyah dan Arafah Jadi Momentum Membersihkan Jiwa

Berita Terbaru