Gunung Sindur| | Mata Pena News – Di balik tenangnya aliran air Bendungan Mas Yono, tersimpan cerita panjang tentang peradaban, perjuangan petani, dan warisan teknologi Belanda yang membentuk sejarah Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur.
Bendungan yang dibangun pada masa kolonial ini kini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menandakan betapa pentingnya nilai sejarah yang dimilikinya. Namun, kondisi fisiknya kini kian mengkhawatirkan.
Kepala Desa Curug, H. Edi Mulyadi, menyuarakan keresahan warga terhadap kondisi bendungan. Ia berharap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten segera mengambil langkah nyata. “Kami ingin bendungan ini tidak hanya dikenang, tapi juga difungsikan kembali. Butuh pengerukan hingga kedalaman empat meter, serta pembagian aliran agar air tidak meluap,” ujarnya pada Kamis (17/4)
Lebih jauh, ia juga mengusulkan agar bendungan dijadikan objek wisata sejarah. Menurutnya, potensi wisata edukatif di kawasan ini sangat besar, apalagi ditambah cerita panjang yang dimilikinya.
Dulu, bendungan ini menjadi sumber pengairan utama bagi lahan pertanian di sekitar desa. Kini, selain sebagai saksi bisu zaman, Mas Yono menyimpan harapan baru: menjadi simbol pelestarian budaya dan penggerak ekonomi lokal berbasis sejarah.
Bendungan Mas Yono adalah bukti nyata bahwa infrastruktur bukan hanya soal pembangunan, tapi juga identitas dan warisan. Jangan biarkan situs bersejarah ini terlupakan.
Redaksi











