Kota Bogor | Mata Pena News – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengimbau pemilik bangunan tua di Kota Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memeriksa instalasi listrik secara berkala.
Imbauan tersebut disampaikan Dedie saat meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan tiga rumah toko (ruko) di Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (25/10/2026).
Dedie menilai, instalasi listrik pada bangunan berusia tua perlu mendapat perhatian khusus. Kabel yang sudah usang maupun instalasi yang tidak terawat berpotensi memicu kebakaran sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
“Bangunan-bangunan yang sudah tua, tolong diperiksa lagi kabel-kabel listriknya,” ujar Dedie.
Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB tersebut menghanguskan tiga ruko yang masing-masing digunakan sebagai toko buku, toko sepeda, dan toko mainan.
Dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik di dalam bangunan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Selain menyoroti pentingnya pencegahan kebakaran, Dedie mengungkapkan bahwa petugas pemadam kebakaran menghadapi kendala saat berupaya menjangkau titik api di dalam ruko. Sejumlah bangunan dilengkapi teralis dan pintu besi yang menyulitkan petugas untuk masuk.
“Sebagian besar tertutup oleh teralis dan juga pintu besi. Jadi, untuk menerobos ke dalam itu agak sulit. Petugas sampai menggunakan alat pemotong besi, bahkan alatnya sampai patah,” katanya.
Sementara itu, besaran kerugian material akibat kebakaran tersebut belum dapat dipastikan. Pendataan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan bangunan serta kerugian yang dialami para pemilik usaha.
Terkait korban, belum ada laporan korban jiwa yang terkonfirmasi dalam informasi yang disampaikan. Namun, pemilik ruko yang pertama kali terbakar dilaporkan mengalami sesak napas, diduga akibat kepanikan dan paparan asap saat berada di dalam bangunan.
Pemilik ruko tersebut telah mendapatkan penanganan medis dari tim Public Safety Center (PSC) Kota Bogor.
“Kita berharap tentu tidak ada korban jiwa. Tetapi, tadi pemilik ruko yang pertama kebakaran, mungkin karena panik dan tertutup asap di dalam, mengalami sesak napas. Sudah ditangani oleh PSC kita,” ungkap Dedie.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemilik bangunan, khususnya bangunan tua, untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta memperhatikan akses keluar-masuk bangunan guna mendukung keselamatan dan memperlancar penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
(Redaksi Mata Pena News)














