Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Mata Pena News – Jakarta, 26 Oktober 2026 – Tiga mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER), Mutiara Permatasari, Ni Wayan Listyawati, dan Regitha Nur Azizah, berhasil meraih Juara 1 kategori Next Gen. PR Strategy dalam Konvensi Humas Indonesia (KHI) yang diselenggarakan Perhumas Indonesia pada 18 Oktober 2026.

Ketiga srikandi UPER ini unggul melalui rancangan strategi komunikasi krisis yang mengedepankan transparansi, partisipasi publik, serta langkah konkret dan terukur untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

 

Gagasan tersebut relevan dengan tantangan komunikasi korporasi saat ini. Studi Aguiar et al. (2026), yang menganalisis pemberitaan dan percakapan media sosial terkait 177 perusahaan publik, menunjukkan bahwa hampir 30 persen perusahaan mengalami krisis kepercayaan, sementara hanya sekitar 2 persen yang berhasil memulihkan kepercayaan secara langsung setelah krisis.

 

Dalam kompetisi ini, tim UPER mengembangkan strategi pemulihan reputasi melalui studi kasus Chocova, perusahaan cokelat yang menghadapi krisis akibat dugaan keterlibatan sekitar 2.150 pekerja anak pada 34 dari 76 koperasi pemasok kakao. Meski perusahaan memiliki kebijakan larangan pekerja anak, kasus tersebut justru terungkap melalui pihak eksternal, menunjukkan lemahnya pengawasan rantai pasok.

 

“Ketika komitmen perusahaan tidak sejalan dengan praktik di lapangan, kepercayaan publik dapat berubah menjadi krisis. Karena itu, penanganannya tidak cukup melalui klarifikasi atau permintaan maaf, tetapi harus diikuti tindakan nyata dan keterbukaan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat,” ujar Mutiara.

Tak sekadar menawarkan pemulihan citra, ketiga mahasiswi UPER ini merancang solusi melalui tiga pendekatan utama, yakni Radical Transparency untuk membuka informasi rantai pasok, Public Participation guna melibatkan publik dalam pengawasan, serta Structural Intervention untuk membenahi sistem pemasok dan memulihkan akses pendidikan anak terdampak. Ketiga pendekatan tersebut kemudian diwujudkan dalam kampanye bertajuk “Satu Cokelat, Satu Harapan”.

 

“Melalui kampanye selama 100 hari ini, kami ingin memastikan bahwa strategi komunikasi tidak berhenti pada penyampaian pesan, tetapi menghasilkan perubahan nyata. Karena itu, kami menetapkan target penurunan sentimen negatif dari 68 persen menjadi di bawah 44 persen, peningkatan ketertelusuran kakao hingga 90 persen, audit seluruh koperasi prioritas, serta pengembalian 1.000 anak ke pendidikan formal. Bagi kami, keberhasilan penanganan krisis harus dapat diukur dan dibuktikan kepada publik,” tambah Mutiara.

 

Keberhasilan menduduki podium tertinggi dalam kompetisi ini tidak terlepas dari pendekatan pembelajaran UPER yang mengintegrasikan teori dengan studi kasus nyata industri. Mahasiswa dibiasakan mengembangkan strategi komunikasi berbasis riset untuk menjawab berbagai persoalan perusahaan. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai salah satu wujud keberhasilan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan dunia profesional.

 

“Melalui peminatan Corporate Communication, Program Studi Komunikasi UPER mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi kompleksitas komunikasi perusahaan, mulai dari pengelolaan reputasi, hubungan dengan pemangku kepentingan, hingga penanganan krisis. Prestasi ketiga mahasiswa ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi strategis semakin dibutuhkan industri, terutama dalam membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Prof. Ichsan.

Irawan

Berita Terkait

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya
Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
FH Universitas Pancasila Luncurkan Roadmap Transformasi 2026–2028, Siapkan Lulusan Hukum Berdaya Saing Global
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
Perkuat Advokasi JKN, DPN Jamkeswatch FSPMI Lantik Pengurus DPD Cirebon Raya Periode 2026-2031.
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Berjaya di Kompetisi Humas Nasional, Tiga Srikandi UPER Raih Juara 1 Lewat Strategi Komunikasi Krisis

Selasa, 15 September 2026 - 05:52 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya

Berita Terbaru