PARARA World Food Day 2026 Hadirkan Pasar Hijau Rakyat di Bogor, Promosikan Pangan Lokal Berkelanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Mata Pena News – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia atau World Food Day 2026, PARARA berkolaborasi dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Bogor dan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) menggelar kegiatan bertajuk Pasar Hijau Rakyat di Plaza Lippo Ekalokasari, Kota Bogor, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan bazar produk pangan lokal dan talkshow yang mengangkat keberagaman pangan Nusantara, pertanian berkelanjutan, serta peran komunitas dalam menjaga kelestarian sumber pangan Indonesia.

Acara dibuka oleh Emmy Astuti, Direktur Eksekutif ASPPUK sekaligus Wakil Ketua Komisaris PT PARARA BUMI NUSANTARA. Ia mengatakan, Pasar Hijau Rakyat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk pangan lokal kepada masyarakat sekaligus mendorong apresiasi terhadap potensi pangan dari berbagai daerah.

“Melalui kegiatan Pasar Hijau Rakyat, PARARA bersama para mitra ingin memperkenalkan produk-produk pangan lokal, berbagi praktik baik, sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap potensi pangan Nusantara,” ujar Emmy.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keberagaman pangan dan keberlanjutan sistem pangan.

PARARA atau Panen Raya Nusantara merupakan gerakan bersama yang melibatkan 30 organisasi masyarakat sipil dan 108 komunitas produsen. Gerakan ini berupaya mempromosikan kearifan lokal serta produk komunitas yang mengedepankan prinsip keadilan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Jawaban PPID Dinilai Belum Menjawab Substansi, Aktivis Siapkan Keberatan Proyek CV Omah Kapal

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah bazar pangan lokal yang melibatkan berbagai organisasi, komunitas, dan pelaku usaha. Beragam produk dipamerkan, mulai dari beras, madu, gula aren, kopi, cokelat, olahan singkong, sorgum, jamu, sirup pala, hingga aneka makanan dan kerajinan lokal.

Emmy menjelaskan, bazar tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal produk lokal, tetapi juga membuka peluang bagi produsen untuk memperluas jangkauan pasar.

“Kehadiran bazar tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk-produk yang dihasilkan komunitas dari berbagai daerah, sekaligus membuka peluang bagi produsen lokal untuk memperluas pengenalan produk mereka kepada konsumen,” jelasnya.

Selain bazar, PARARA World Food Day 2026 juga menghadirkan talkshow dalam program Aksi Kita Sapa Bumi. Diskusi tersebut disiarkan melalui Pro 2 FM RRI Bogor dan kanal YouTube RRI Bogor Official.

Baca Juga:  BANGGA JADI WARGA JEPARA! BUDI KARYA, SENIMAN ASLI JEPARA TERPILIH SE-INDONESIA BIKIN LUKISAN GARAM TERBESAR DI DUNIA, MELENG GANG TANPA SENTUHAN PEMKAB JEPARA

Talkshow yang dipandu Dely Tambunan dan Said Abdullah itu membahas berbagai isu, mulai dari pangan lokal, pertanian berkelanjutan, hingga inisiatif komunitas dalam menjaga keberagaman pangan Indonesia.

Emmy berharap, penyebarluasan diskusi melalui radio dan platform digital dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda, agar semakin memahami pentingnya pangan lokal dan kelestarian lingkungan.

“Melalui siaran radio dan platform digital, diskusi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin memahami hubungan antara pangan lokal, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, perhatian juga diberikan kepada petani, nelayan, dan produsen kecil yang menjadi bagian penting dalam sistem pangan. Kelompok ini menghadapi beragam tantangan, termasuk perubahan kondisi lingkungan dan bencana alam yang dapat memengaruhi hasil produksi maupun keberlangsungan usaha.

Melalui Pasar Hijau Rakyat, pengenalan produk pangan lokal diharapkan dapat memperkuat hubungan antara produsen dan konsumen sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberagaman pangan, kearifan lokal, dan keberlanjutan sistem pangan Indonesia.

Red

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB