Surabaya | Mata Pena News – Bursa calon pemimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya mulai memanas. Salah satu nama yang kini mencuri perhatian adalah Kabir Bedi.
Sosok ini dinilai bukan sekadar kandidat biasa, melainkan figur dengan rekam jejak kuat dan pengalaman panjang di sektor pengelolaan air.
Dukungan terhadap Bedi bukan tanpa alasan. Ia mengantongi latar belakang pendidikan strata satu (S1) hingga magister (S2) yang relevan dengan bidangnya.
Lebih dari itu, berbagai pelatihan dan kursus profesional yang pernah diikutinya menunjukkan komitmen serius dalam mendalami industri air—mulai dari aspek teknis hingga strategi bisnis.
Namun, yang paling menjadi sorotan adalah pengalaman lapangannya. Kabir Bedi pernah menduduki posisi strategis sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirtanadi, Sumatera Utara. Jabatan ini bukan posisi sembarangan.
Ia memimpin salah satu BUMD air terbesar di Indonesia, dengan tantangan kompleks mulai dari distribusi air bersih, pengelolaan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Selama menjabat, Bedi dihadapkan pada dinamika nyata sektor air—dari persoalan teknis jaringan perpipaan hingga tuntutan keberlanjutan sumber daya air.
Pengalaman ini menjadi modal penting jika ia benar-benar dipercaya memimpin PDAM Surabaya, yang juga melayani jutaan warga dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat.
Pengamat menilai, kombinasi antara pendidikan, pengalaman teknis, dan kepemimpinan menjadikan Kabir Bedi sebagai kandidat yang layak diperhitungkan.
Ia dinilai memiliki kapasitas untuk membawa PDAM Surabaya tidak hanya stabil secara operasional, tetapi juga lebih inovatif dan berorientasi pada pelayanan publik.
Di tengah tantangan urbanisasi dan kebutuhan air bersih yang semakin kompleks, kehadiran figur berpengalaman seperti Bedi menghadirkan harapan baru.
Jika terpilih, ia diharapkan mampu membawa PDAM Surabaya menuju pengelolaan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Publik kini menanti, apakah nama Kabir Bedi akan benar-benar melangkah lebih jauh dalam proses seleksi, atau justru muncul kandidat lain yang siap bersaing di panggung yang sama.
Red










