JEPARA| Mata Pena News – Tragedi tenggelamnya dua pelajar terjadi di perairan Kedung Bobot, turut Desa Somosari, Dukuh Sepondoh, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Sabtu (28/3/2026) pagi.
Peristiwa memilukan ini menewaskan dua remaja yang diketahui tidak bisa berenang, saat mencoba menikmati panorama air terjun yang belum dikelola sebagai destinasi wisata resmi.
Kedua korban adalah Muhammad Dani Azka Niami (17), pelajar Pondok Pesantren Al Husna Kajen, dan Miftahul Khoir (17), pelajar, keduanya warga Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat korban bersama teman-temannya berangkat menuju lokasi air terjun Kedung Bobot. Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, mereka sempat berfoto dan berbincang di sekitar sungai.
Tanpa mengetahui kondisi dan kedalaman air, korban pertama nekat melompat ke sungai dari tepian. Nahas, ia langsung tenggelam karena tidak bisa berenang.
Melihat rekannya dalam bahaya, korban kedua berusaha memberikan pertolongan. Namun upaya tersebut justru berujung petaka, karena ia juga tidak memiliki kemampuan berenang dan ikut tenggelam.
Salah satu saksi yang mengetahui kejadian tersebut segera berteriak meminta bantuan warga sekitar. Namun derasnya arus dan kedalaman sungai membuat kedua korban tidak sempat diselamatkan.
Informasi di lapangan menyebutkan, sungai di bawah air terjun Kedung Bobot memiliki kedalaman sekitar 8 meter dengan luas kurang lebih 6×8 meter. Lokasi tersebut bukan kawasan wisata resmi dan tidak berada dalam pengelolaan pemerintah desa maupun pihak lain,
meski dikenal memiliki panorama indah dengan air jernih yang kerap menarik pengunjung untuk berfoto.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Jepara, Basarnas Pos Jepara, Polsek Batealit, Koramil Batealit, serta relawan gabungan.
Kepala Pelaksana BPBD Jepara menyampaikan, korban pertama ditemukan pada pukul 11.52 WIB menggunakan metode jangkar. Sementara korban kedua ditemukan pada pukul 12.10 WIB melalui penyelaman.
Di tengah proses evakuasi, Bupati Jepara Witiarso Utomo, Sekda Ari Bahtiyar, serta Camat Batealit turut hadir di lokasi. Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang dinilai sigap dan responsif dalam penanganan insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya lokasi wisata alam yang belum terkelola dan minim pengamanan. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi medan, ditambah ketidakmampuan berenang, menjadi kombinasi fatal yang berujung kehilangan nyawa.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk lebih berhati-hati saat mengunjungi lokasi alam terbuka serta tidak melakukan aktivitas berisiko tanpa pengawasan dan kemampuan yang memadai.
Akip/obeng
Penulis : Akip










