Pandeglang | Mata Pena News – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partisan Siliwangi Sejati (PS Sejati) Kabupaten Pandeglang menggelar peringatan Milad ke-104 Partisan Siliwangi Sejati dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan.
Kegiatan berlangsung di Sekretariat PS Sejati, Kampung Nanggorak, Desa Alaswangi, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
Pemilihan Desa Alaswangi sebagai lokasi kegiatan memiliki makna historis karena merupakan tanah kelahiran pendiri PS di Provinsi Banten, almarhum Moch. Mansur bin Mas Wiratjaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Papih Mansur.
Acara dihadiri oleh jajaran pengurus dan pembina DPC PS Sejati Kabupaten Pandeglang, seluruh Ketua PAC se-Kabupaten Pandeglang beserta organisasi sayap, Ketua DPD PS Sejati Provinsi Banten Muhammad Idris, Sekretaris DPD Sutisna, Ketua GEMAPSI PS Sejati Provinsi Banten Hendi, S.E., serta para anggota dan simpatisan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin Ketua LEDAPSI, Ustaz Tajudin Subhi, dilanjutkan tausiah oleh Dewan Pembina DPC Partisan Siliwangi Sejati Kabupaten Pandeglang, Ustaz Sarman Abu Fadilah, S.H., yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Sukaresmi.

Dalam tausiahnya, Ustaz Sarman menekankan bahwa nilai utama Partisan Siliwangi Sejati adalah pengamalan tauhid yang harus menjadi pedoman seluruh anggota dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Ketua DPC PS Sejati Kabupaten Pandeglang, Oni Gusronii, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota, simpatisan, Ketua PAC, serta organisasi sayap yang telah berkontribusi menyukseskan peringatan Milad ke-104.
Ia menegaskan bahwa usia 104 tahun merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan eksistensi organisasi yang lahir sebelum Indonesia merdeka. Menurutnya, Partisan Siliwangi Sejati merupakan organisasi bersejarah yang berdiri pada tahun 1922 dan memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa.
Sementara itu, Ketua DPD PS Sejati Provinsi Banten, Muhammad Idris, memberikan apresiasi kepada DPC PS Sejati Kabupaten Pandeglang atas terselenggaranya peringatan Milad ke-104 dengan baik.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan perjalanan sejarah organisasi yang mengalami beberapa perubahan nama seiring perkembangan zaman, mulai dari Panca Kaki Silaturahmi, kemudian Pencak Silat, Partisan Siliwangi, Pejuang Siliwangi Indonesia 1922, hingga kini menjadi Partisan Siliwangi Sejati.
Ia juga menjelaskan bahwa makna “Siliwangi” dipahami sebagai akronim yang mencerminkan nilai-nilai spiritual, keislaman, serta pengabdian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW sebagai landasan perjuangan organisasi.

Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan ziarah ke makam pendiri PS Sejati di Provinsi Banten, almarhum Moch. Mansur (Papih Mansur), yang berada di Bale Bobo, Menes.
Rombongan menempuh perjalanan sekitar dua kilometer dengan berjalan kaki dari sekretariat menuju kompleks pemakaman.
Peringatan Milad ke-104 ini diharapkan semakin memperkuat tali silaturahmi, memperkokoh nilai-nilai perjuangan organisasi, serta menjadi momentum untuk terus menjaga dan melestarikan sejarah serta warisan perjuangan Partisan Siliwangi Sejati bagi generasi mendatang.
Waseh Wahab











