Korban Tewas Gempa Kembar di Venezuela Bertambah Jadi 589, Lebih dari 50 Ribu Orang Masih Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Pena News – Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, mengungkapkan lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang setelah gempa bumi kembar dahsyat mengguncang Venezuela. Ia memperingatkan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan terus meningkat.

 

“Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks,” kata Fletcher, seperti dikutip AFP, Sabtu (27/6/2026).

 

Menurut Fletcher, hingga saat ini tercatat lebih dari 500 orang meninggal dunia, sementara puluhan ribu lainnya masih belum ditemukan.

 

“Kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang, lebih dari 500 orang tewas, sehingga pekerjaan besar saat ini adalah menyisir puing-puing,” ujarnya.

Baca Juga:  HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

 

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengumumkan bahwa jumlah korban tewas resmi akibat gempa meningkat menjadi 589 orang, lebih dari dua kali lipat dibanding laporan sebelumnya. Tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

 

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 dan 7,2 mengguncang wilayah utara ibu kota Caracas pada Rabu lalu, menyebabkan kerusakan luas pada bangunan dan infrastruktur.

Baca Juga:  tes

 

Fletcher mengatakan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) yang dipimpinnya belum dapat memperkirakan angka pasti korban jiwa yang pada akhirnya akan tercatat.

 

“Sebanyak 50.000 orang masih hilang. Tugas kami adalah menemukan sebanyak mungkin dari mereka dan menjaga agar jumlah korban jiwa tetap serendah mungkin. Namun, jelas jumlah korban akan meningkat secara signifikan,” katanya.

 

Sebagai perbandingan, gempa dengan magnitudo serupa pernah menewaskan lebih dari 200.000 orang di Haiti pada Januari 2010 dan sekitar 73.000 orang di Kashmir pada Oktober 2005.

 

Red

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB