Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | Mata Pena News – Belakangan, tren hidup aktif dan berolahraga semakin digandrungi Generasi Z, termasuk renang. Selain melatih hampir seluruh otot tubuh, olahraga air ini juga diketahui memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular (Ferreira et al., 2024).

Namun, untuk benar-benar mahir di olahraga ini, latihan rutin saja tidak cukup. Diperlukan teknik yang tepat, konsistensi, serta kemampuan menjaga fokus dan mental selama latihan.

Hal inilah yang dijalani Derryl Nursavero Nandana, mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER) angkatan 2025 yang menorehkan prestasi di cabang finswimming. Sebagai atlet termuda yang berlaga di PON 2024

Derryl kembali meraih juara pertama kategori bi-fins nomor 100, 200, dan 400 meter pada Banten Finswimming Festival 2026, serta juara kedua kategori surface nomor 50 meter. Dari pengalamannya sebagai atlet, Derryl membagikan tiga tips bagi siapa saja yang ingin menekuni olahraga renang.

Jaga Keseimbangan Tubuh dengan “Ketenangan”
Dalam renang, posisi tubuh yang sejajar di permukaan air menjadi kunci agar gerakan lebih efisien dan tubuh tidak cepat lelah. Banyak pemula mengalami kesulitan karena posisi pinggul tenggelam akibat otot inti (core) yang belum cukup kuat menopang tubuh.

Baca Juga:  Aktivitas Tambang di Desa Pancur Jepara Disorot, Warga Pertanyakan Dampak Lingkungan dan Pengawasan

Untuk mengatasinya, Derryl rutin melatih kekuatan core melalui sejumlah gerakan seperti plank, flutter kicks, dan superman pose. Selain latihan fisik, ia juga melakukan yoga maupun meditasi untuk membantu menjaga fokus dan ketenangan sebelum latihan.

“Kunci kecepatan itu ada pada ketenangan. Saya rutin meditasi dan melatih otot inti agar pikiran jernih dan tubuh tetap stabil. Saat tubuh lurus di permukaan, gerakannya jadi lebih efisien, tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga, tapi tetap meluncur jauh,” ungkap Derryl.

Kendalikan Rasa Jenuh dengan Rehat Sejenak
Renang adalah olahraga yang repetitif dan bisa membosankan jika dilakukan terus-menerus di bawah tekanan prestasi. Saat performa terasa stagnan atau mulai malas ke kolam, jangan dipaksakan. Derryl memilih untuk kembali menjadi “mahasiswa normal” sejenak untuk mengisi ulang motivasinya.

Dokumentasi: Derryl saat mengikuti perlombaan Fin Swimming

“Kalau sudah jenuh, saya biasanya rehat dan mengerjakan kegiatan mahasiswa biasa, seperti main game atau kumpul bareng teman. Waktu santai ini justru bikin saya lebih tenang buat mengevaluasi diri sebelum balik lagi ke latihan,” pungkas Derryl.

Latihan Maksimal Dimulai dari Pikiran yang Fokus
Menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus atlet menuntut kedisiplinan dalam mengatur waktu dan fokus. Menurut Derryl, latihan renang yang optimal tidak hanya bergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pikiran yang tenang. Karena itu, Derryl membiasakan diri menyelesaikan tugas kuliah sebelum latihan agar dapat lebih fokus saat berada di kolam.

Baca Juga:  Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan, SDN 1 Panggung Harjo Diduga Lakukan Pungli dan Penyimpangan Anggaran

“Sejak awal, saya disiplin membagi waktu. Saya biasanya mengerjakan tugas sebelum jadwal latihan dimulai. Jadi, waktu latihan saya bisa lebih fokus karena pikiran sudah nggak terbagi lagi dengan deadline kampus,” ujar Derryl.

Capaian luar biasa Derryl ini mendapat apresiasi langsung dari Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si. Prof. Djoko menyebut prestasi ini sebagai representasi nilai-nilai pengembangan karakter di UPER.

“Prestasi Derryl di ajang nasional membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Pertamina mampu tampil unggul di berbagai medan. Kemampuannya mengelola stres dan mengatur waktu adalah bentuk karakter tangguh yang selalu kami dorong dalam proses pembelajaran serta kegiatan non akademik

Seperti penyelenggaraan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Melalui pendekatan komunikasi yang suportif, UPER senantiasa mendampingi mahasiswa agar keunggulan akademik dan prestasi non-akademik dapat berjalan harmonis dan saling melengkapi,” tutup Prof. Djoko.

 

Penulis : Irawan

Berita Terkait

Redaksi Berkisah Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Sayyidina Utsman bin Affan RA
Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Infrastruktur Kabupaten Bogor Tuai Apresiasi
Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Bupati Cup 2026: Biliar Jadi Ajang Bangun Solidaritas dan Cetak Atlet Berprestasi
WAKO PRABUMULIH TEGASKAN DARAH DONOR JANGAN DIPERJUALBELIKAN: PMI HARUS PROFESIONAL DAN BERPIHAK PADA MASYARAKAT
Fokus Studi Keagamaan Jadi Embrio, IAI Al-Irsyad Bersiap Transformasi Jadi Universitas dan Pusat Peradaban
Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan, SDN 1 Panggung Harjo Diduga Lakukan Pungli dan Penyimpangan Anggaran
Mutiara Hikmah BES :Tadabbur JUBEDIL QS. Fatir Ayat 1–2 ‘Jangan ngais jadi Tuhan, Kau cuma Utusan”
Aklamasi di Munas XVIII HIPMI, Ade Jona Prasetyo Resmi Nahkodai Pengusaha Muda Indonesia hingga 2029
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:54 WIB

Redaksi Berkisah Kisah Sahabat Rasulullah SAW: Sayyidina Utsman bin Affan RA

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:14 WIB

Rudy Susmanto Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026, Infrastruktur Kabupaten Bogor Tuai Apresiasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:59 WIB

Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:30 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Bupati Cup 2026: Biliar Jadi Ajang Bangun Solidaritas dan Cetak Atlet Berprestasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:50 WIB

Fokus Studi Keagamaan Jadi Embrio, IAI Al-Irsyad Bersiap Transformasi Jadi Universitas dan Pusat Peradaban

Berita Terbaru