Warga Keluhkan Rumah Tergenang Bertahun-tahun, Kinerja Pemdes Ujung Pandan Dipertanyakan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jepara | Mata Pena News — Warga Desa Ujung Pandan, Kecamatan Welahan, Jepara mengeluhkan kondisi lingkungan permukiman yang kerap tergenang air setiap kali hujan turun. Salah satu warga, Yuda, mengaku rumahnya selalu kebanjiran akibat aliran air dari sekitar yang masuk ke dalam rumah.

“Setiap hujan, rumah saya selalu tergenang air. Saya sudah lapor ke Pemdes, tapi hanya dijanjikan saja. Tidak ada tindakan nyata,” ujar Yuda dengan nada kecewa.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya solusi konkret dari Pemerintah Desa Ujung Pandan maupun pemerintah kabupaten.

Baca Juga:  Kades Majatra Belum Beri Klarifikasi Soal Proyek Jalan Rp300 Juta, Transparansi Dana Desa Dipertanyakan

Air yang menggenang tidak hanya membuat rumah menjadi becek, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan kesehatan keluarga.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya.

Mereka menilai persoalan drainase di lingkungan tersebut tidak pernah ditangani secara serius. Saat hujan turun, air tidak mengalir dengan baik dan justru masuk ke area permukiman warga.

Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah nyata, seperti perbaikan sistem drainase, normalisasi saluran air, serta penataan lingkungan agar air tidak lagi menggenang di rumah-rumah mereka.

Baca Juga:  Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia

Minimnya respons dari pemerintah setempat membuat masyarakat mulai mempertanyakan kinerja Pemdes Ujung Pandan dan Pemkab Jepara dalam menangani persoalan yang dinilai cukup mendesak ini.

Mereka berharap ada perhatian serius agar persoalan yang telah berlangsung lama ini tidak terus berlarut-larut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan masalah tersebut.

Red

Berita Terkait

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT
Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir
Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang
Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sumba, Getaran Terasa hingga Bali
Lansia Hilang Tertimbun Longsor Saat Cari Bambu di Dramaga, BPBD Lakukan Pencarian
Kades Majatra Belum Beri Klarifikasi Soal Proyek Jalan Rp300 Juta, Transparansi Dana Desa Dipertanyakan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:26 WIB

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:27 WIB

Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:03 WIB

Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB

Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:32 WIB

Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia

Berita Terbaru