Hujan Lebat dan Angin Kencang, Atap SMAN 2 Gunung Putri Ambruk

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bogor | Mata Pena News – Atap bangunan SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk setelah diguyur hujan lebat disertai angin kencang pada Jumat (23/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut
mengakibatkan sejumlah ruang kelas dan fasilitas sekolah mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan ambruknya atap sekolah berdampak pada enam ruang kelas dan empat unit toilet.

“Kerusakan meliputi tiga ruang kelas XII dan dua toilet di lantai dua, serta tiga ruang kelas dan dua toilet di lantai satu. Total terdapat enam ruang kelas dan empat toilet yang terdampak,” ujar Ade Hasrat.

Baca Juga:  Kades Majatra Belum Beri Klarifikasi Soal Proyek Jalan Rp300 Juta, Transparansi Dana Desa Dipertanyakan

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.44 WIB, sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai. Karena itu, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban karena kejadian berlangsung sebelum siswa masuk sekolah,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan penanganan awal dengan memasang garis pembatas (BPBD Line) di area bangunan yang ambruk untuk mencegah risiko lanjutan. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMAN 2 Gunung Putri untuk sementara waktu diliburkan.

“Bangunan yang ambruk sudah kami amankan. Untuk peserta didik sementara diliburkan dan kejadian ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait,” kata Ade.

Baca Juga:  Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang

Berdasarkan analisis awal, peristiwa tersebut diduga merupakan bencana nonalam yang disebabkan oleh konstruksi atap bangunan yang tidak mampu menahan intensitas hujan dan kuatnya angin.

“Hujan deras dan angin kencang menjadi pemicu. Dari hasil pemeriksaan sementara, konstruksi atap hanya menggunakan baja ringan tanpa penguatan yang memadai,” ungkapnya.

Ade menambahkan, sebelumnya dinas terkait telah melakukan kajian terhadap sejumlah bangunan yang dinilai berpotensi mengalami kerusakan dan telah dikosongkan. Namun, bangunan yang ambruk kali ini justru berada di luar lokasi yang sebelumnya dikhawatirkan.

“Bangunan yang sebelumnya dinilai rawan sudah dikosongkan, namun yang ambruk justru bangunan lainnya,” pungkasnya.

Red

Berita Terkait

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT
Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir
Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang
Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sumba, Getaran Terasa hingga Bali
Lansia Hilang Tertimbun Longsor Saat Cari Bambu di Dramaga, BPBD Lakukan Pencarian
Kades Majatra Belum Beri Klarifikasi Soal Proyek Jalan Rp300 Juta, Transparansi Dana Desa Dipertanyakan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:26 WIB

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:27 WIB

Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:03 WIB

Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB

Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:32 WIB

Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia

Berita Terbaru