Ratusan Sopir Angkot Geruduk Balai Kota Bogor, Tolak Pemusnahan Kendaraan Tua

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor | Mata Pena News– Ratusan sopir angkutan perkotaan (angkot) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor, Kamis (22/1).

Mereka menolak rencana Pemerintah Kota Bogor yang akan memusnahkan angkot berusia di atas 20 tahun karena dinilai mengancam mata pencaharian ribuan keluarga.

Sejak pagi, para sopir datang dengan mengendarai angkot masing-masing dan memadati kawasan Balai Kota. Sejumlah spanduk berisi tuntutan penolakan terhadap kebijakan tersebut dibentangkan selama aksi berlangsung., aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian

Baca Juga:  Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia

Pantauan Awak Media Dalam orasinya, para sopir menyampaikan bahwa selama ini mereka telah mengikuti berbagai kebijakan transportasi yang diterapkan Pemkot Bogor, mulai dari pengaturan trayek hingga program pengurangan jumlah angkot. Namun, rencana pemusnahan kendaraan dinilai menjadi beban baru bagi para pengemudi.

“Kami sudah mengikuti semua arahan pemerintah. Kondisi ekonomi kami sudah sulit, jangan ditambah dengan kebijakan yang mematikan sumber penghasilan,” ujar salah satu sopir di hadapan massa aksi.

Para pengemudi menilai kebijakan reduksi dan pemusnahan angkot berpotensi menimbulkan dampak sosial, terutama meningkatnya angka pengangguran. Pasalnya, satu unit angkot tidak hanya menghidupi pengemudi, tetapi juga keluarga dan pihak lain yang bergantung pada operasional kendaraan tersebut.

Baca Juga:  Kades Majatra Belum Beri Klarifikasi Soal Proyek Jalan Rp300 Juta, Transparansi Dana Desa Dipertanyakan

“Satu angkot bisa menghidupi sampai enam orang. Kalau angkot dimusnahkan, kami mau bekerja apa?” katanya.

Hingga aksi berakhir, para sopir berharap Pemerintah Kota Bogor membuka ruang dialog dan meninjau kembali kebijakan tersebut agar solusi yang diambil tidak merugikan para pelaku transportasi angkutan umum.

Red

Berita Terkait

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT
Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir
Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang
Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sumba, Getaran Terasa hingga Bali
Lansia Hilang Tertimbun Longsor Saat Cari Bambu di Dramaga, BPBD Lakukan Pencarian
Kades Majatra Belum Beri Klarifikasi Soal Proyek Jalan Rp300 Juta, Transparansi Dana Desa Dipertanyakan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:26 WIB

SEJUMLAH AKADEMISI DILAPORKAN USAI KRITIK PEMERINTAH, RUANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DISOROT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:27 WIB

Sungai Cilewih Meluap, Delapan Rumah di Bogor Terdampak Banjir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:03 WIB

Mobil Boks Terperosok di Jembatan Bolang, Warga Cigudeg Minta Pengaman Jalan Segera Dipasang

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB

Staf Desa di Cimanggu Pandeglang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Rekan Sekantor, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:32 WIB

Lansia Korban Longsor di Dramaga Bogor Ditemukan Tim SAR dalam Kondisi Meninggal Dunia

Berita Terbaru