Spanduk Dewan incamben “Agus rohadi” Bikin gaduh warga masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Januari 2024 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter :Joko

Kota Bekasi | matapenanews.com ,APK atau yang di kenal dengan alat peraga kampanye., yang di pasang di sepanjang jalan pangkalan 2.dan bertuliskan Pilih saya Agus rohadi “Uang Bau naik”menimbulkan warga masyarakat gaduh, khusus di lingkungan kelurahan sumur batu.
Selasa(23-januari-2024)

“Hepi Haerul Saleh”selaku Tokoh Pemuda Sumur batu mengatakan pada media Sebagai warga Bantar gebang kami merasa kecewa dengan salah satu caleg.dimana kalau dia terpilih uang bau akan naik.,kami merasa tersinggung .dikarenakan kami tidak semurah itu .

seandainya boleh
memilih kami tidak mau ada’nya TPA dimana akan menjadi bom waktu buat wilayah kami.slain itu bener” yg ada tulisan seperti itu caleg’@ adlah inkumben sudah 2 periode . kemana selama ini..yg jelas kami tidak sehina itu hanya dengan di iming”i uang bau.bagaimnapun kata” itu cukup menyakiti perasaan saya sebagai warga Bantar gebang khususnya sumur batu

Baca Juga:  Usai Diperiksa di IGD RS Polri, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindahkan ke Ruang Rawat Inap

Ketua panwascam Bantar gebang Nur Azizah Haqiqi.Spd M.pd Saat di konfirmasi media terkait hal tersebut mengatakan “Mengenai spanduk tersebut jatuh nya ke etika, pemilihan redaksi kata nya harus disesuai kan dengan kondisi psikologis masyarakat sekitar.

adanya pelanggaran atau tidak dgn kasus tersebut kita tidak bisa langsung memutuskan karena harus dikaji dulu regulasi hukum nya,,nah beda lagi jika yang dipermasalahkan nya tempat pemasangan apk, sesuai aturan kpu apk tidak boleh dipasang di pohon apalagi dipaku,tihang listrik,tempat ibadah,sekolah dan gedung gedung pemerintahan.unkapnya dengan jelas.

Baca Juga:  Mutiara Hikmah BES :  Sejarah Nabi Nuh, Pelajaran Sepanjang Zaman dan Pentingnya Upgrade ASI

seharusnya tim kampanye sudah faham akan aturan aturan yg di perbolehkan dgn yg tidak,

langkah awal yg kami tempuh secara persuasif dahulu jika tidak diindahkan maka akan ada langkah penyelesaian dgn cara lain,,saya harap peserta pemilu dan tim pemenangan bisa bekerjasama agar pesta demokrasi khususnya di bantargebang kondusif dan aman sampai selesai nanti.

Tetapi alhamdulillah tim kampanye nya langsung gerak cepat menurunkan spanduk tersebut setelah PKD sumur batu menghubungi,itu membuktikan mereka bisa bekerjasama untuk konduktivitas di wilayah.

Berita Terkait

VIRAL’ DANA DESA Rp842 JUTA DI HARJOWINANGUN JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN TRANSPARANSI: KE MANA BUKTI PENGGUNAANNYA?
Mahasiswa Soroti Dampak Program MBG Dihentikan Sementara, Tuntut Evaluasi Total
DUA PEKAN PASCA KEBAKARAN BPKAD BANYUASIN: MENGAPA MASIH BELUM ADA KEJELASAN?
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Tegaskan Penyaluran BBM Bersubsidi Harus Sesuai Ketentuan dan Tepat Sasaran
“VIRAL” PELAYANAN DESA DIDUGA TAK BERFUNGSI: Kantor Desa Suka Mulya Kerap Terkunci di Jam Kerja, Warga Terpaksa Cari Aparat ke Rumah
Diduga Terjadi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Prabujaya Prabumulih, Warga Minta Aparat Lakukan Investigasi
Warga Keluhkan Lampu Jalan Padam, Minta Wali Kota Palembang Segera Ambil Tindakan
Warga 14 Ulu Palembang Bersyukur Terima Bantuan BSPS, Berharap Rumah Dapat Dibedah Secara Menyeluruh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:59 WIB

VIRAL’ DANA DESA Rp842 JUTA DI HARJOWINANGUN JADI SOROTAN, WARGA PERTANYAKAN TRANSPARANSI: KE MANA BUKTI PENGGUNAANNYA?

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:14 WIB

Mahasiswa Soroti Dampak Program MBG Dihentikan Sementara, Tuntut Evaluasi Total

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:23 WIB

DUA PEKAN PASCA KEBAKARAN BPKAD BANYUASIN: MENGAPA MASIH BELUM ADA KEJELASAN?

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:59 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Tegaskan Penyaluran BBM Bersubsidi Harus Sesuai Ketentuan dan Tepat Sasaran

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:05 WIB

“VIRAL” PELAYANAN DESA DIDUGA TAK BERFUNGSI: Kantor Desa Suka Mulya Kerap Terkunci di Jam Kerja, Warga Terpaksa Cari Aparat ke Rumah

Berita Terbaru