Mata Pena News –
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖ ۗ حَتّٰى اِذَاۤ اَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَنْزَلْنَا بِهِ الْمَآءَ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ ۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
_”Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”_
📚 QS. Al-A’raf: 57
وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهٗ بِاِذْنِ رَبِّهٖ ۚ وَالَّذِيْ خَبُثَ لَا يَخْرُجُ اِلَّا نَكِدًا ۗ كَذٰلِكَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّشْكُرُوْنَ
_”Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda kebesaran Kami bagi orang-orang yang bersyukur.”_
📚 QS. Al-A’raf: 58
HATI YANG SUBUR AKAN MENUMBUHKAN KEBAIKAN
Sebagaimana tanah yang subur menghasilkan tanaman yang baik, demikian pula hati yang dipenuhi iman, syukur, dan ketaatan akan melahirkan amal saleh serta keberkahan hidup.
Sebaliknya, hati yang tertutup dari petunjuk Allah akan sulit menerima kebenaran walaupun bukti-bukti telah tampak di hadapannya.
KISAH NABI NUH DAN SERUAN TAUHID*
QS. Al-A’raf: 59
لَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۖ اِنِّيْ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
“Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata: Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”_
📚 QS. Al-A’raf: 59
Namun para pemuka kaumnya justru menolak dan menuduh beliau sesat.
QS. Al-A’raf: 60
قَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِهٖٓ اِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
_”Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”_
QS. Al-A’raf: 61
قَالَ يٰقَوْمِ لَيْسَ بِيْ ضَلٰلَةٌ وَّلٰكِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Wahai kaumku! Aku tidak sesat, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan seluruh alam.”_
📖 QS. Al-A’raf: 62
اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَنْصَحُ لَكُمْ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”_
QS. Al-A’raf: 63
اَوَعَجِبْتُمْ اَنْ جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ مِّنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوْا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
_”Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa, sehingga kamu mendapat rahmat?”_
QS. Al-A’raf:
64
فَكَذَّبُوْهُ فَاَنْجَيْنٰهُ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗ فِى الْفُلْكِ وَاَغْرَقْنَا الَّذِيْنَ كَذَّبُوا بِاٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا عَمِيْنَ
“Maka mereka mendustakannya. Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal. Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta mata hatinya.”
*Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman, sedangkan mereka yang mendustakan kebenaran ditimpa azab karena kebutaan hati mereka.*
SEJARAH TERUS BERULANG
Peristiwa Nabi Nuh terjadi ribuan tahun yang lalu, tetapi substansi dan pelajarannya tetap hidup hingga hari ini.
Tidak sedikit manusia yang ketika dinasihati agar taat kepada Allah justru menolak, bahkan memusuhi orang yang menyampaikan kebenaran.
Dalam berbagai zaman, para pembawa pesan kebaikan sering dituduh sesat, dicela, atau difitnah.
Inilah bukti bahwa sejarah manusia terus berulang hingga hari kiamat.
AL-QUR’AN SELALU RELEVAN
Al-Qur’an tidak pernah kehilangan relevansinya.
Zaman berubah.
📱 Teknologi berkembang.
🏛️ Sistem pemerintahan berganti.
💰 Sistem ekonomi berubah.
Namun petunjuk Al-Qur’an tetap menjadi cahaya yang menerangi kehidupan manusia.
Nilai-nilainya tidak pernah usang dan selalu sesuai dengan realitas kehidupan yang dihadapi umat manusia sepanjang masa.
UPGRADE ASI (AL-QUR’AN • SHOLAT • INFAQ)
Oleh karena itu, marilah kita terus meningkatkan kualitas hidup melalui Program ASI:
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Sholat sebagai tiang agama dan penguat hubungan dengan Allah.
Infaq sebagai bentuk syukur dan kepedulian kepada sesama.
Dengan memperkuat Al-Qur’an, menjaga sholat, dan membiasakan infaq, insya Allah perjalanan hidup kita akan lebih terarah, dijauhkan dari kesesatan, dan memperoleh ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
RENUNGAN PENUTUP
Kisah Nabi Nuh mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu diterima dengan mudah. Namun seorang mukmin tetap wajib berpegang teguh kepada petunjuk Allah, terus menyampaikan kebaikan dengan hikmah, dan istiqamah dalam jalan yang benar.
Jadilah hati yang subur untuk menerima petunjuk Allah.
Dekatlah dengan Al-Qur’an.
Jagalah sholat.
Perbanyak infaq.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang memperoleh rahmat, petunjuk, keselamatan dunia dan akhirat.*
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.
Salam Jihad
BES -Brother Eggi Sudjana











