Relawan GCTS Turun Tangan di Pantai Kartini–Pulau Panjang, Keselamatan Pengunjung Jadi Prioritas.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Lonjakan wisatawan di kawasan pesisir utara Jawa menjadi ujian nyata kesiapsiagaan keselamatan publik. Di Pantai Kartini hingga penyeberangan menuju Pulau Panjang, kolaborasi antara relawan, aparat, dan pemerintah daerah menjadi benteng utama mencegah insiden di tengah euforia libur panjang.

Pada Selasa (24/3/2026), Relawan Gerak Cepat Tanpa Sambat (GCTS) turun langsung sejak pagi hingga sore hari, menyisir titik-titik keramaian, dermaga, hingga jalur perahu penyeberangan. Fokus utama mereka jelas: memastikan keselamatan pengunjung tidak dikorbankan oleh kelalaian.

Di lapangan, relawan tak sekadar mengawasi. Mereka aktif mengedukasi wisatawan agar disiplin menggunakan jaket pelampung, standar keselamatan yang kerap diabaikan saat volume penumpang meningkat. Imbauan dilakukan berulang, bahkan dalam kondisi padat, demi menekan risiko kecelakaan laut.

Baca Juga:  Di Nilai Sesuai Dengan Visi Dan misi nya "H.Ruslani SH.Dapat Dukung an Gen Z Dan Milenial.Untuk maju Jadi Kepala Desa sukadanau

“Kami tidak ingin ada kejadian yang bisa dicegah tapi justru terabaikan. Keselamatan harus jadi prioritas, bukan formalitas,” tegas Ketua GCTS, Akip.

Yang menarik, pengamanan ini bukan kerja satu pihak. GCTS bergerak dalam koordinasi lintas sektor bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jepara melalui Pusdalops. Model kolaborasi ini mencerminkan pendekatan terpadu yang kini semakin krusial di destinasi wisata berisiko.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin, menegaskan bahwa keberadaan relawan menjadi faktor penguat dalam sistem mitigasi daerah.

“Relawan dari berbagai komunitas sangat membantu pemerintah, terutama dalam kebencanaan dan kedaruratan. Saat libur bersama seperti sekarang, mereka justru berada di garis depan, siaga di titik-titik wisata,” ujarnya.

Baca Juga:  Cek Aset hingga Motivasi Petugas, Muzakkir Siapkan Tirta Pakuan Kembangkan Bisnis Non-Air

Fenomena ini memperlihatkan wajah lain dari pengelolaan wisata nasional: keselamatan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi hasil kerja kolektif antara aparat dan masyarakat sipil. Di tengah meningkatnya mobilitas domestik, potensi risiko, mulai dari overkapasitas perahu hingga kelalaian penggunaan alat keselamatan akan menjadi ancaman nyata yang tak bisa diabaikan.

Jepara memberi contoh bahwa pencegahan lebih murah daripada penanganan. Kehadiran relawan seperti GCTS bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari sistem perlindungan publik.

Di tengah riuh liburan, satu pesan disuarakan keras di pesisir utara Jawa: wisata boleh ramai, tapi keselamatan tidak boleh ditawar.

Wakib

Berita Terkait

Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial
Pilkades Kabupaten Bogor Terancam Molor ke 2028, Pemkab Masih Menanti Aturan Pusat
Aktivitas Tambang di Desa Pancur Jepara Disorot, Warga Pertanyakan Dampak Lingkungan dan Pengawasan
Redaksi berkisah, Menjemput Kemuliaan Zulhijah: Puasa Tarwiyah dan Arafah Jadi Momentum Membersihkan Jiwa
Akp Pur pol H.Ruslani SH.calon kepala desa sukadanau Pimpin langsung Korve di Desa sukadanau.
Jamkeswatch Bekasi Soroti Persoalan Jaminan Kesehatan, Desak Pemkab Bentuk Satgas dan Aktifkan UHC
Gandeng Pakar Global dan Industri, Universitas Pertamina Bedah Solusi Kota Hijau
Safari Jurnalis PWI Bogor Jadi Ruang Edukasi Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:13 WIB

Antisipasi Gejolak Energi Global, Universitas Pertamina Cetak Lulusan Berkemampuan Lintas Disiplin Teknik dan Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:26 WIB

Pilkades Kabupaten Bogor Terancam Molor ke 2028, Pemkab Masih Menanti Aturan Pusat

Senin, 25 Mei 2026 - 16:12 WIB

Aktivitas Tambang di Desa Pancur Jepara Disorot, Warga Pertanyakan Dampak Lingkungan dan Pengawasan

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:48 WIB

Redaksi berkisah, Menjemput Kemuliaan Zulhijah: Puasa Tarwiyah dan Arafah Jadi Momentum Membersihkan Jiwa

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:22 WIB

Akp Pur pol H.Ruslani SH.calon kepala desa sukadanau Pimpin langsung Korve di Desa sukadanau.

Berita Terbaru