SUKABUMI | Mata Pena News — Bupati Sukabumi H. Asep Japar ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Sukabumi. Penetapan tersebut berlangsung di Hotel Pangrango Salabintana, Desa Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026).
Asep Japar terpilih secara aklamasi setelah seluruh rangkaian musyawarah berjalan lancar dan kondusif. Hasil tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi internal untuk memperkuat soliditas kader serta meningkatkan capaian politik Partai Golkar di Kabupaten Sukabumi.
Ketua Panitia Musda XI Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan, mengatakan dinamika yang muncul selama musyawarah merupakan bagian dari proses organisasi. Menurutnya, seluruh tahapan telah dilaksanakan dengan mengacu pada mekanisme dan ketentuan partai.
Ia menilai keberhasilan Musda XI tidak hanya ditandai dengan terselenggaranya agenda organisasi lima tahunan, tetapi juga melalui tercapainya keputusan yang menjadi landasan bagi penguatan kebersamaan di internal partai.
“Alhamdulillah, Musda XI Partai Golkar sudah selesai dilaksanakan dan menetapkan Pak Bupati Asep Japar sebagai Ketua DPD. Ini adalah bentuk loyalitas kader Partai Golkar Kabupaten Sukabumi yang tak terbatas, sehingga semua kader harus solid ke depan untuk bersama-sama membesarkan dan memenangkan Partai Golkar,” ujar Deni.
Golkar Kabupaten Sukabumi Bidik 17 Kursi DPRD
Usai ditetapkan sebagai ketua, Asep Japar menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Musda XI. Ia menegaskan, salah satu agenda strategis kepemimpinannya adalah meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Sukabumi.
Golkar menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif hingga mencapai 17 kursi. Selain memperkuat posisi di DPRD, Asep Japar juga menyampaikan harapan untuk mempertahankan kepemimpinan eksekutif hingga dua periode.
Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan perencanaan politik yang matang, konsolidasi berkelanjutan, serta keterlibatan aktif seluruh kader di berbagai tingkatan.
“Kita sebagai kader Golkar bagaimana caranya harus menambah kursi di Kabupaten Sukabumi. Target kita dari perolehan sebelumnya bisa didongkrak hingga 17 kursi. Untuk posisi eksekutif juga targetnya tetap dua periode, insyaallah,” ungkap Asep Japar.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat struktur dan jangkauan partai hingga tingkat akar rumput. Upaya tersebut, katanya, harus dilakukan melalui pendekatan nyata kepada masyarakat serta membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan politik.
“Kita harus dongkrak partai ini sampai ke akar rumput. Apalagi kaum milenial, itu yang harus kita dorong dan sentuh pertama kali ke depan,” tegasnya.
Penguatan basis masyarakat dan regenerasi kader pun menjadi bagian dari agenda yang disampaikan Asep Japar untuk menghadapi dinamika politik mendatang.
Tegaskan Profesionalisme antara Pemerintahan dan Partai
Menanggapi posisinya sebagai Bupati Sukabumi sekaligus pimpinan partai politik, Asep Japar menegaskan bahwa pelaksanaan kedua peran tersebut harus disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pemisahan tugas pemerintahan dan aktivitas kepartaian menjadi hal penting untuk menjaga profesionalisme dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Sebagai kepala daerah, ia memiliki tanggung jawab menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat. Sementara itu, sebagai ketua DPD Partai Golkar, ia memiliki tanggung jawab organisasi untuk mengonsolidasikan kader dan menjalankan agenda partai sesuai aturan.
Penetapan Asep Japar sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030 selanjutnya menjadi awal kepemimpinan baru di tubuh partai tersebut. Konsolidasi organisasi, peningkatan perolehan kursi legislatif, serta penguatan kader hingga tingkat akar rumput menjadi sejumlah agenda yang disorot dalam Musda XI.
Mata Pena News














