Jakarta | Mata Pena News – Sebuah poster yang beredar di media sosial menyoroti efek dari penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Dalam unggahan bergambar mahasiswa berjaket kuning itu, disebut bahwa “baru beberapa hari MBG libur, dampak baiknya sudah terasa”.
Poster tersebut merinci 8 poin “Efek M^B^G di Stop Sementara” yang dinilai positif oleh pembuatnya. Poin-poin tersebut antara lain: harga telur turun, harga ayam turun, susu UHT plain tidak langka, rupiah menguat, IHSG cetak +5%, tidak ada siswa keracunan, para kepala SPPG yang joget-joget pada gigit jari, serta guru jadi tidak sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng.
“Ini baru stop sementara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik. Apalagi stop total,” demikian bunyi ajakan dalam poster itu.
Poster juga menyertakan tagar #StopMBG, #EkonomiRakyat, #Transparansi, dan #MahasiswaBergerak.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program pemerintah untuk pemenuhan gizi anak sekolah. Sementara itu, terkait klaim dalam poster, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional maupun Kementerian Keuangan mengenai korelasi penghentian sementara MBG dengan indikator ekonomi dan harga pangan seperti yang disebutkan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan tanggapan resmi atas narasi yang disampaikan dalam poster tersebut.
YD











