Ahmad Muzani  Sekjen Gerindra Tanggapi Usulan Presiden Soal Kepala Daerah Dipilih DPRD

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Desember 2024 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kota Bogor | Mata Pena News – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, memberikan tanggapan terkait usulan Presiden Prabowo Subianto agar kepala daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Menurut Muzani, usulan ini merupakan refleksi atas evaluasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 yang telah digelar, juga terhadap sistem demokrasi di Indonesia.

“Apakah jalan demokrasi yang kita pilih sudah seperti yang diharapkan atau masih membutuhkan penyempurnaan.

Demokrasi sebagai sebuah jalan sudah benar, tetapi caranya dianggap terlalu mahal dan ribet,” ujar Muzani usai menghadiri dan memberikan sambutan dalam Silaturahmi Kerja Nasional (SILAKNAS) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di IPB International Convention Center, Botani Square Mall Kota Bogor, Minggu (15/12/2924)

Baca Juga:  Arwinsyah Putra Nahkodai Kadin Kota Bogor Periode 2026–2031

Ia mengungkapkan bahwa biaya pelaksanaan Pilkada langsung yang sangat tinggi menjadi perhatian. Baik kandidat yang menang maupun yang kalah, menurutnya, mengeluhkan tingginya biaya yang harus diberi jalan keluar.

“Demokrasi kita terlalu mahal, padahal ujungnya adalah pengabdian kepada rakyat dan bangsa,” tambahnya.

Muzani menjelaskan, usulan Presiden Prabowo Subianto bertujuan mencari solusi atas permasalahan ini.

Ia berharap organisasi seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pihak terkait dapat memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengkaji lebih dalam sistem demokrasi yang lebih efisien dan efektif.

“Sebenarnya, sistem pemilihan kepala daerah oleh DPRD pernah diterapkan dan diputuskan pada 2014, tetapi saat itu ditolak oleh Mahkamah Konstitusi.

Gerindra sendiri tidak ada masalah dengan hal ini. Jika pilkada dipilih DPRD, kami setuju, tetapi hal ini perlu dikaji mendalam dan dibahas di DPR, mungkin di tahun 2025,” jelasnya.

Baca Juga:  Korban Tewas Gempa Kembar di Venezuela Bertambah Jadi 589, Lebih dari 50 Ribu Orang Masih Hilang

Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi pemilih dalam Pilkada terakhir yang hanya mencapai rata-rata 60 persen, serta tingginya beban biaya Pilkada yang dirasa memberatkan banyak pihak. Muzani menilai masalah ini saling berkaitan dan membutuhkan solusi bersama.

“Kita perlu memikirkan bagaimana menghemat biaya demokrasi sekaligus meningkatkan kualitasnya,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara SILAKNAS Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum ICMI Profesor Arif Satria, Bupati Bogor Terpilih Rudy Susmanto, Wakil Wali Kota Bogor Terpilih, Jenal Mutaqin serta narasumber seminar dan tamu undangan lainnya.

 

Berita Terkait

“VIRAL” Diduga Terdapat Ketidakwajaran Anggaran Dana Desa Kedu TA 2025, Masyarakat Minta Audit Menyeluruh
VIRAL: Kantor UPTD Balai Benih Ikan (BBI) di Karang Kemiri dan Triyoso Diduga Tidak Beroperasi Saat Jam Kerja
Mahasiswa Soroti Dampak Program MBG Dihentikan Sementara, Tuntut Evaluasi Total
DUA PEKAN PASCA KEBAKARAN BPKAD BANYUASIN: MENGAPA MASIH BELUM ADA KEJELASAN?
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Tegaskan Penyaluran BBM Bersubsidi Harus Sesuai Ketentuan dan Tepat Sasaran
“VIRAL” PELAYANAN DESA DIDUGA TAK BERFUNGSI: Kantor Desa Suka Mulya Kerap Terkunci di Jam Kerja, Warga Terpaksa Cari Aparat ke Rumah
Diduga Terjadi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Prabujaya Prabumulih, Warga Minta Aparat Lakukan Investigasi
Warga Keluhkan Lampu Jalan Padam, Minta Wali Kota Palembang Segera Ambil Tindakan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:04 WIB

“VIRAL” Diduga Terdapat Ketidakwajaran Anggaran Dana Desa Kedu TA 2025, Masyarakat Minta Audit Menyeluruh

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:57 WIB

VIRAL: Kantor UPTD Balai Benih Ikan (BBI) di Karang Kemiri dan Triyoso Diduga Tidak Beroperasi Saat Jam Kerja

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:14 WIB

Mahasiswa Soroti Dampak Program MBG Dihentikan Sementara, Tuntut Evaluasi Total

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:23 WIB

DUA PEKAN PASCA KEBAKARAN BPKAD BANYUASIN: MENGAPA MASIH BELUM ADA KEJELASAN?

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:05 WIB

“VIRAL” PELAYANAN DESA DIDUGA TAK BERFUNGSI: Kantor Desa Suka Mulya Kerap Terkunci di Jam Kerja, Warga Terpaksa Cari Aparat ke Rumah

Berita Terbaru