HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

KOTA BOGOR, Mata Pena News – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dari Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok memperkuat sinergi antarpelaku usaha melalui kegiatan Business Matching Day di Fullbelly Lifestyle Space, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (17/10/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pengusaha muda dari tiga wilayah untuk memperluas jejaring bisnis, memperkenalkan produk unggulan, serta menjajaki peluang kemitraan dan investasi lintas daerah.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bogor, Muhammad Al Farissy, mengatakan Business Matching Day dirancang untuk mempertemukan pengusaha yang memiliki potensi dan kebutuhan bisnis saling melengkapi. Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi mampu menghasilkan kolaborasi konkret yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, kami bisa mengadakan business matching tiga BPC antara Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kota Bogor. Harapannya, setelah kegiatan ini ada kemitraan yang terwujud, ada kolaborasi yang terwujud,” ujar Al Farissy.

Pada pelaksanaan perdana ini, sekitar 150 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Masing-masing BPC HIPMI mengirimkan 50 perwakilan untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari pengenalan profil usaha hingga diskusi langsung dengan calon mitra bisnis.

Baca Juga:  POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Salah satu agenda utama adalah sesi pertukaran meja yang memungkinkan peserta bertemu secara langsung dengan pengusaha lain. Melalui mekanisme ini, peserta dapat memperkenalkan usaha, bertukar informasi, serta membahas peluang kerja sama berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing bisnis.

“Melalui sesi pertukaran, para peserta diharapkan dapat membahas peluang kerja sama secara lebih intensif, mulai dari pengembangan produk hingga kemungkinan kemitraan bisnis. Jadi, di situ mereka bisa empat mata, bisa langsung berkoordinasi secara langsung,” paparnya.

Al Farissy menjelaskan, peserta berasal dari beragam sektor usaha, mulai dari properti, konstruksi, teknologi informasi (IT), jasa, fesyen, hingga kerajinan tangan (handicraft).

Keberagaman bidang usaha tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam pengembangan produk, perluasan pasar, maupun pembentukan kemitraan strategis antarpengusaha muda dari ketiga kota.

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari perwakilan BPD HIPMI Jawa Barat, termasuk sekretaris umum dan wakil ketua umum. Kehadiran perwakilan tingkat provinsi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpengusaha di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Al Farissy berharap kerja sama lintas daerah dapat mendorong masuknya investasi dari luar wilayah ke Kota Bogor. Di sisi lain, pengusaha asal Bogor juga diharapkan mampu memperluas jangkauan bisnis ke pasar Kota Bekasi dan Kota Depok.

“Kami berharap pertemuan ini dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah yang terlibat, termasuk mendorong peningkatan aktivitas usaha dan pendapatan daerah. Secara tidak langsung membawa investasi dari luar Bogor ke dalam Kota Bogor ini sendiri. Begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Melalui Business Matching Day, HIPMI dari Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok diharapkan dapat membangun hubungan bisnis yang lebih erat, memperluas peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi antarpengusaha muda.

Redaksi | Mata Pena News

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Atasi Kekeringan, PKK Jepara Bersama BPBD Salurkan 4.000 Liter Air Bersih ke Desa Banjaran
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB