Mata Pena News – Kabupaten Jepara memiliki 183 desa yang tersebar di 16 Kecamatan. Setiap desa cenderung memiliki karakter, potensi , tradisi , budaya dan kearifan lokal masing-masing.
Tentu saja butuh pendampingan dan dukungan optimal dari dinas terkait agar desa desa tersebut mengalami pertumbuhan yang baik.
Desa kepuk memiliki festival tahunan memeden gadu, juga festival obor di Tegalsambi. Dan desa kawak punya festival jondang, gogo lele dan sepak bola api serta manganan.
“Selaku kepala desa Kawak saya berjuang sekuat tenaga untuk melestarikan tradisi budaya dan kearifan lokal yang telah ada sejak zaman leluhur. Setiap tahun kami selenggarakan festival jondang dan Kirab Budaya agar generasi muda tidak lupa warisan leluhur.” Ungkap Heri Eko Purwanto pada Selasa (13/10/2026) lewat sambungan telepon.
Selain ini Heri juga berupaya melestarikan sepakbola api dan Gogo lele serta tradisi manganan. “Di desa kami ini, selain festival jondang, ada juga lomba Gogo lele dan sepak bola api serta manganan. Ini adalah warisan leluhur yang perlu kita lestarikan agar generasi muda tidak tergerus oleh budaya asing.” Imbuh Hery.
Menurut Heri, dia tidak bisa bekerja sendiri untuk melestarikan beberapa tradisi di atas tanpa dukungan dari pihak dinas pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Jepara. “Selaku kepala desa tentu saja Saya tidak mampu bekerja sendiri dalam mengembangkan dan mempopulerkan tradisi-dan kearifan lokal di atas tanpa dukungan dari dinas pariwisata dan kebudayaan terkait pendampingan dan pendanaan.” Lanjut Heri
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu kepala desa tertua di Jepara , Sahlan (76) Petinggi Karangrandu. ” Kami memiliki wisata kuliner setiap Jumat dan Minggu. Selain itu kami memiliki sanggar sajojo yang sering diundang oleh pemerintah Kabupaten lain dalam mementaskan seni budaya. Jujur kami butuh pendampingan dan dukungan maksimal dari dinas pariwisata dan kebudayaan.’ tutur Sahlan (11/10/2026) sesaat usai perayaan kirab budaya.
“Kami sangat ingin mengembangkan potensi wisata dan kuliner serta kearifan lokal Desa kami. Untuk itu peran aktif dari dinas pariwisata dan kebudayaan sungguh kami butuhkan. Tanpa dukungan disparbud cita-cita kami akan jalan di tempat.” Tambah Sahlan.
Selain Hery dan Sahlan, M Idham Kholiq (34) petinggi Desa papasan mengungkapkan hal senada. “Desa papasan memiliki hutan , persawahan dan perkampungan yang sangat potensial menjadi destinasi wisata. Kami juga punya kopi dan jambu air serta tanaman obat yang bisa menjadi produk unggulan.” Papar Idham (13/10/2026) saat ditemui di sebuah cafe ikonik di watu lumpang Bangsri .
Selain itu, Desa papasan pernah memiliki peternakan kambing etawa dan produk susunya dikunjungi oleh wisatawan dari Polandia. ” Desa kami pernah dikunjungi wisatawan dari Polandia terkait peternakan dan susu kambing etawa serta pernah dikunjungi wisatawan Brasil terkait kopi asli papasan.” Imbuh Idham.
Idham juga menyampaikan bahwa desanya akan mampu menjadi tujuan wisata yang sangat terkenal jika didukung oleh dinas pariwisata dan kebudayaan. “Kekayaan dan potensi besar Desa kami akan mampu berbicara di tingkat nasional bahkan internasional dengan dukungan, pendampingan, kebijakan serta pendanaan dari Disparbud dan pemkab Jepara .” papar Idham.
“Saya punya saran bagus pada Disparbud Jepara seperti ini, coba setiap tahun fokus memprioritaskan pengembangan 3 atau 3 Desa saja agar tercapai hasil yang optimal.” Pungkasnya .
Yuda














