Jakarta | Mata Pena News — Wardatina Mawa telah menyiapkan momen khusus untuk menghadiri sidang putusan perceraiannya dengan Insanul Fahmi di Pengadilan Agama Medan, Sumatera Utara. Di hari yang menjadi penutup perjalanan rumah tangganya itu, Mawa berencana mengenakan pakaian berwarna putih sebagai bentuk nazar sekaligus simbol perjalanan cintanya.
Bagi Mawa, warna putih bukan sekadar pilihan busana. Warna tersebut memiliki makna mendalam yang menggambarkan niat sucinya saat memulai pernikahan hingga mengakhiri semuanya dengan keikhlasan.
“Awal (pernikahan) pakai baju putih dan akhir penutup pakai baju yang sama juga warnanya. Warnanya saja sih, kalau model pakaiannya beda,” ujar Wardatina Mawa saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Ia menuturkan, keputusan mengenakan pakaian putih bukan karena alasan tertentu, melainkan sebagai simbol bahwa seluruh perjalanan hidupnya dijalani dengan niat karena Allah.
“Tidak ada alasan tertentu, lebih ke simbolis saja. Awalnya kan ikatan janji suci dan pada akhirnya berakhir seperti ini. Hal-hal yang diawali dengan niat karena Allah, semuanya akan diakhiri dengan niat karena Allah juga,” tuturnya.
Meski proses perceraian menjadi fase yang tidak mudah, Mawa mengaku kini mulai merasakan ketenangan. Ia bersyukur berbagai persoalan yang dihadapinya perlahan mulai menemukan titik akhir.
“Aku pribadi butuh ketenangan dan alhamdulillah struggle-struggle ini sudah mulai selesai semuanya. Jauh lebih tenang pastinya,” ungkapnya.
Sidang putusan perceraian Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi dijadwalkan digelar dalam waktu dekat. Mawa berharap, putusan tersebut menjadi penutup dari perjuangan panjang yang telah dijalaninya sekaligus membuka lembaran baru dalam kehidupannya.
Red











