Polsek Citeureup Tindak Lanjutti Laporan Adanya Diduga Keracunan Makanan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Agustus 2024 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Pena News  – Selasa, tanggal 20 Agustus 2024 sekira pukul 12.15 wib Polsek Citeruep mendapatkan Laporan adanya diduga keracunan makanan yang terjadi pukul 12.00 Wib bertempat di kantin Sekolah SMP YAPENI Jl Raya Mayor oking Rt 06/01 Desa dan Kec Citeureup Kab Bogor ada informasi 5 Orang siswa/siswi SMP YAPENI yang keracunan makanan nasi kuning sehingga menyebabkan mual dan muntah.

Kapolsek Citeureup Kompol Victor G Hampnangan,.SH,.MH yang mendapatkan laporan tersebut langsung memerintahkan anggota nya untuk segera ke Lokasi TKP, dan Didapatti keterangan awal mula kejadian 5 Orang korban siswa/siswi ketika istirahat jajan makanan nasi kuning

Baca Juga:  Aklamasi di Munas XVIII HIPMI, Ade Jona Prasetyo Resmi Nahkodai Pengusaha Muda Indonesia hingga 2029

Setelah berapa lama korban mengalami gejala mual, pusing dan muntah kemudian pihak sekolah langsung membawa 5 korban tersebut ke puskesmas citeureup untuk dilakukan perawatan medis hasil pengecekan pihak petugas kesehatan 3 orang korban mengalami gejala ringan, dan 2 orang korban mengalami gejala berat dan langsung diinfus, korban saat ini masih di observasi di ugd puskesmas citeureup.

Baca Juga:  Meriahkan HJB ke-544, Imigrasi Bogor Buka Layanan Paspor Khusus dengan Kuota 544 Pemohon

Hasil pemeriksaan Pihak Kepolisian di TKP yang diketahui para Korban Sbb :
1. Fahmi 13th, sukamakmur (ponpes di citeureup)
2. ⁠hana 13th, kp cigeger 02/05 citeureup
3. ⁠chika 12th, puspanegara
4. ⁠kenzia 12th, kp kebon kopi 01/09
5. ⁠bpk irvan 23th, kp kamurang 03/08

Sampai berita ini diturunkan pihak kepolisian masih melakukan Penyelidikan lanjut dan mengumpulkan bukti – bukti lain untuk mengungkap atas peristiwa diduga adanya kerancuan makanan yang ada di kantin tersebut.

Jabar Pos

Berita Terkait

Mahasiswa Soroti Dampak Program MBG Dihentikan Sementara, Tuntut Evaluasi Total
DUA PEKAN PASCA KEBAKARAN BPKAD BANYUASIN: MENGAPA MASIH BELUM ADA KEJELASAN?
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Tegaskan Penyaluran BBM Bersubsidi Harus Sesuai Ketentuan dan Tepat Sasaran
“VIRAL” PELAYANAN DESA DIDUGA TAK BERFUNGSI: Kantor Desa Suka Mulya Kerap Terkunci di Jam Kerja, Warga Terpaksa Cari Aparat ke Rumah
Diduga Terjadi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Prabujaya Prabumulih, Warga Minta Aparat Lakukan Investigasi
Warga Keluhkan Lampu Jalan Padam, Minta Wali Kota Palembang Segera Ambil Tindakan
Warga 14 Ulu Palembang Bersyukur Terima Bantuan BSPS, Berharap Rumah Dapat Dibedah Secara Menyeluruh
Diduga Dana Desa Purwosari Rp617 Juta Belum Transparan, Kepala Desa Belum Berhasil Dikonfirmasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:14 WIB

Mahasiswa Soroti Dampak Program MBG Dihentikan Sementara, Tuntut Evaluasi Total

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:23 WIB

DUA PEKAN PASCA KEBAKARAN BPKAD BANYUASIN: MENGAPA MASIH BELUM ADA KEJELASAN?

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:59 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Tegaskan Penyaluran BBM Bersubsidi Harus Sesuai Ketentuan dan Tepat Sasaran

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:05 WIB

“VIRAL” PELAYANAN DESA DIDUGA TAK BERFUNGSI: Kantor Desa Suka Mulya Kerap Terkunci di Jam Kerja, Warga Terpaksa Cari Aparat ke Rumah

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Diduga Terjadi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Prabujaya Prabumulih, Warga Minta Aparat Lakukan Investigasi

Berita Terbaru