SPPG Bondongan Segera Beroperasi, Warga Keluhkan Minimnya Pelibatan Tenaga Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 17:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Bondongan Segera Beroperasi, Warga Keluhkan Minimnya Pelibatan Tenaga Lokal

BOGOR | Mata Pena News – Kelurahan Bondongan bersiap mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada pertengahan April 2026. Program yang menyasar kelompok prioritas ini masih dalam tahap awal, menyusul pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat.

Lurah Bondongan, Yanti Maryanti, mengatakan bahwa operasional SPPG tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui sejumlah tahapan, termasuk perekrutan dan pelatihan relawan.

“Untuk dimulainya sekitar pertengahan April. Saat ini masih tahap sosialisasi. Tidak langsung launching karena ada proses perekrutan relawan dan pelatihan sebelum mereka mulai bekerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang berminat menjadi relawan dapat mendaftar melalui kantor kelurahan atau di wilayah RW 07. Rencananya, dua unit SPPG akan dibangun di kawasan tersebut. Satu unit telah hampir rampung, sementara satu lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Baca Juga:  Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

SPPG yang hampir selesai itu berada di bawah naungan Yayasan Mutiara Gizi Nasional yang dipimpin oleh pakar gizi, Prof. Tani Kusila. Program ini difokuskan pada kelompok “3B”, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Pemerintah kelurahan menilai kehadiran SPPG akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan.

“Alhamdulillah sangat bermanfaat, terutama untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Harapannya kebutuhan gizi mereka terpenuhi sehingga anak-anak dapat tumbuh optimal,” kata Yanti.

Namun, di tengah antusiasme tersebut, muncul keluhan dari warga terkait minimnya pelibatan tenaga kerja lokal dalam program tersebut.

Sejumlah warga mengaku kecewa setelah mengetahui komposisi relawan yang dinilai lebih banyak berasal dari luar wilayah.

“Informasinya sekitar 70 persen dari luar dan hanya 30 persen warga sini. Itu yang membuat warga merasa tidak dilibatkan,” ujar salah satu perwakilan warga.

Baca Juga:  Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

Kondisi tersebut bahkan sempat memicu aksi protes dari masyarakat setempat.
“Awalnya kami sangat mendukung. Tapi setelah tahu soal itu, warga jadi merasa tidak dihargai,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pelamar mencapai sekitar 76 orang. Setelah melalui proses seleksi, sekitar 40 orang dipersiapkan untuk terlibat dalam operasional.

Namun, dengan keterbatasan kuota bagi warga lokal, dikhawatirkan hanya sebagian kecil yang akan terserap.

Warga berharap ke depan ada evaluasi terhadap kebijakan perekrutan tenaga kerja agar program tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar

“Programnya bagus, kami mendukung. Tapi harapannya warga sekitar juga bisa lebih banyak dilibatkan,” tutup warga.

(Amri Suherman)

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB