Sopir Angkot Geruduk Balai Kota Bogor, Tuntut Kejelasan Program Transportasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bogor | Mata Pena News – Ratusan sopir dan pemilik angkutan kota (angkot) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda, pada Kamis (23/10/2025)

Massa yang berasal dari berbagai trayek di Kota Bogor itu menuntut kejelasan terkait sejumlah program transportasi yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Aksi berlangsung sejak pagi dengan pengamanan aparat kepolisian. Para peserta aksi membawa spanduk dan poster berisi aspirasi mereka, di antaranya soal kejelasan program peremajaan angkot, evaluasi operasi lapangan Dinas Perhubungan (Dishub), serta peninjauan kembali aturan batas usia kendaraan.

Menurut salah satu perwakilan sopir, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas kebijakan transportasi yang dinilai belum berpihak kepada para pengemudi dan pemilik angkot. Ia mengaku banyak rekan sopir yang sudah mengikuti program reduksi atau penggabungan armada secara mandiri, namun belum merasakan manfaatnya.

Baca Juga:  Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

“Kami sudah mendukung program pemerintah dengan mengurangi armada secara mandiri. Tapi justru kami diperlakukan sama dengan yang belum reduksi. Kami hanya ingin kejelasan agar bisa tetap mencari nafkah,” ujarnya.

Mereka juga menyoroti rencana penghapusan angkot dengan tahun produksi di bawah 2000 yang direncanakan berlaku akhir tahun ini. Para sopir khawatir kebijakan tersebut akan berdampak pada ribuan pelaku usaha transportasi rakyat di Bogor.

“Kalau aturan itu diberlakukan tanpa solusi, banyak sopir yang kehilangan mata pencaharian. Kami harap pemerintah mempertimbangkan dampak sosialnya,” tambahnya.

Baca Juga:  Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini

Ketua salah satu kelompok trayek mengatakan, aksi ini diikuti sekitar 500 sopir dari 25 trayek yang memutuskan mogok sementara waktu. Ia menegaskan, aksi dilakukan dengan tertib dan bertujuan menyampaikan aspirasi secara damai.

“Kami cinta Kota Bogor dan masih ingin bekerja di kota ini. Tapi kami butuh kepastian dari pemerintah. Kalau belum ada keputusan, kami siap melanjutkan dialog,” katanya.

Para sopir berharap Wali Kota Bogor dapat menerima langsung aspirasi mereka dan memberikan solusi yang jelas terhadap tuntutan tersebut. Hingga siang hari, perwakilan massa diketahui sudah bertemu dengan jajaran pemerintah daerah untuk membahas kelanjutan program transportasi di Kota Bogor.

Redaksi | Mata Pena News

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB