close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

RS Eka Hospital Harapan Indah Bekasi Digugat Orang Tua Pasien Rp 3 Miliar

Reporter :Joko 

Bekasi | Mata Pena News -Sidang gugatan dugaan pelayanan buruk Rumah Sakit (RS) Eka Hospital Harapan Indah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat terhadap pasien ANP (8) anak dari Yessi Irmadan di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang terus bergulir.

Kuasa hukum Yessi Irmadani, Iskandar Halim SH MH menolak kehadiran kuasa hukum PT Pelita Reliance Internasional yang mengaku sebagai investor RS Eka Hospital Harapan Indah dalam sidang gugatan.

Namun, majelis hakim tetap memberikan kesempatan pada tergugat untuk hadir di persidangan.

“Kami melakukan gugatan kepada RS Eka Hospital Harapan Indah dihadiri oleh kuasa hukum PT Pelita.

Gugatan kami, gugatan perbuatan melawan hukum, kami meminta ganti rugi Rp100 juta matril dan in matril Rp 3 miliar,” kata Iskandar, Rabu (22/5/2024).

Iskandar menyebutkan, pada saat dilakukan mediasi. Namun, mediasi gagal. Pada sidang berikutnya menghadirkan saksi ahli dari penggugat.

Baca juga:  Ketua PWRI Bogor Raya Desak Pj Bupati Bogor Cabut PERBUP No. 60 Tahun 2023 Karena Membebani Rakyat Miskin

“Tergugat menghadirkan saksi dari dua dokter di persidangan, yaitu dokter spesialis anak dan dokter umum. Namun mereka tidak memberikan keterangan dengan jelas di persidangan,” kata Iskandar.

Iskandar mengatakan, dokter spesialis anak tidak hadir saat perawatan pasien. Lanjut Iskandar, dokter jaga sendiri tidak mengenal perawat yang bertugas malam hari menangani pasien.

“Ketika orang tua pasien meminta dokter spesialis anak untuk hadir merawat anaknya. Saat ditunggu dari pukul 20.00 wib hingga pukul 02.00 wib dokter spesialis anak tidak kunjung datang,” jelas Iskandar.

Iskandar menuturkan, fakta persidangan spesialis anak bertugas dari Jam 08.00 Wib hingga pukul 14.00 Wib. Ketika ada pasien anak dirawat mereka merawat melalui dokter jaga.

“Saat saya pertanyakan di persidangan bagaimana jika pasien anak datang ke rumah sakit dari pukul 14.00 wib hingga malam dokter jaga tetap on col memberi petunjuk.

Baca juga:  LSM KPK Pasundan Bersama PMI Kecamatan Caringin Melaksanakan Bakti Sosial Donor Darah Di Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor

Pada saat kapan dokter anak hadir pada saat pasien keadaan darurat saat pasien menghadapi kematian. Itu diterangkan saksi dokter anak saat di persidangan. Sangat miris melihat dokter dirumah sakit yang tidak diperdulikan oleh mereka,” ucap Iskandar.

Iskandar mengungkapkan, pasien membayar biaya berobat biaya pribadi, bukan menggunakan asuransi ataupun BPJS.

“Ketika saya tanyakan pada dokter spesialis anak diangkat jadi dokter pada tahun 2016. Ketika ditanyakan sumpah menjadi dokter mereka tidak ingat lagi sumpah ketika diangkat jadi dokter,” tutup Iskandar.

Diketahui, Rumah Sakit (RS) Eka Hospital Harapan Indah Jalan Harapan Indah Boulevard, Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Digugat oleh orang tua pasien Yessi Irmadani yang diduga memberikan pelayanan buruk terhadap anaknya ANP (8), ke Pengadilan Negeri (PN) Cikarang.

Baca juga:  Dinilai Mempersulit Masyarakat ,Rohmat Selamat  Ketua PWRI Bogor Raya :Mendesak Cabut PERBUB No 60 Tahun 2023 ..

Pada tanggal 10 Agustus 2023, sekitar pukul 18.00 Wib. Korban membawa anaknya yang sedang sakit panas tinggi, muntah, buang-buang air atau mencret, flu dan batuk di Rumah Sakit Eka Hospital Harapan Indah Bekasi.

Adapun pihak yang tergugat, RS Eka Hospital Harapan Indah tergugat satu, turut tergugat satu Gubernur Jawa Barat dan tergugat dua Bupati Bekasi.

Adapun tim pengacara korban yang mengajukan gugatan, yaitu, Iskandar Halim SH MH, Robert CH Sitorus SH, Janferdi Purba SH, Yanpytua H Manihuruk SH MH, Firmansyah SH

Mustaqim Almond SH, Hendri Marianto Lumban Tobing SH MH, Andy Roganda Simarmata SH, Kristian Mamengkas Karamoy SH, Akhyar SH, R Wijaya Galingging SH

Liberti Pangihutan Manihuruk SH, Oktoberiandi SH, Oli Yusman SH, Alex Wahyudi SH, Mulyana Eka SH, Wahyu Nugraha SH, Agustinus Thomas Saragih SH dan Mahfud SH MH

Latest

Inovasi Sampah Mahasiswi Ini Diganjar Dana Komersialisasi 5 Ribu Dolar

Mata Pena News  Berdasarkan survei BPS (2024), 51,55 juta dari...

Sentul City Beberapa Kali di Sebut Dalam Persidangan Kasus Tanah Adang Cs VS PT SJP

Kab Bogor | Mata Pena News - Nama sentul...

Newsletter

Don't miss

Inovasi Sampah Mahasiswi Ini Diganjar Dana Komersialisasi 5 Ribu Dolar

Mata Pena News  Berdasarkan survei BPS (2024), 51,55 juta dari...

Sentul City Beberapa Kali di Sebut Dalam Persidangan Kasus Tanah Adang Cs VS PT SJP

Kab Bogor | Mata Pena News - Nama sentul...

RSUD Cibinong Luncurkan Tiga Inovasi Untuk Mewujudkan Layanan Kesehatan Paripurna

Cibinong | Mata Pena News   – Rumah Sakit Umum...

Inovasi Sampah Mahasiswi Ini Diganjar Dana Komersialisasi 5 Ribu Dolar

Mata Pena News  Berdasarkan survei BPS (2024), 51,55 juta dari total 149,38 juta orang angkatan kerja nasional merupakan wirausaha muda. Di tahun yang sama, United...

Sentul City Beberapa Kali di Sebut Dalam Persidangan Kasus Tanah Adang Cs VS PT SJP

Kab Bogor | Mata Pena News - Nama sentul city beberapa kali di sebut, dalam persidangan oleh saksi hal ini terjadi ketika memasuki sidang...

Sosialisasi Anti Kekerasan dan Bullying di SMPN 03 Cibinong Bentuk Upaya Polres Bogor Unit PPA Sat Eeskrim Polres Bogor untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang...

Sosialisasi Anti Kekerasan dan Bullying di SMPN 03 Cibinong Bentuk Upaya Polres Bogor Unit PPA Sat Eeskrim Polres Bogor untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah yang...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini