Pentas Budaya RBM 22 Meriahkan HUT RI ke-80, Tokoh Daerah Tekankan Pentingnya Persatuan dan Akhlak Pemuda
Cilebut Barat, Sukaraja | Mata Pena News – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 turut dirasakan warga RT 002/02 Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Melalui kegiatan Pentas Budaya yang digelar RBM 22 Remaja Babakan Masjid, suasana meriah bercampur haru kebangsaan memenuhi lingkungan setempat. Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan warga serta ajang menanamkan nilai persatuan kepada generasi muda.
Kegiatan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, di antaranya Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Ahmad Yaudin Sogir, SE, Ketua Panitia Raffi Bintang AF, Ketua RW 02 dan RW 03, para Ketua RT se-Babakan, serta perwakilan Pemerintah Desa. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menegaskan kuatnya kebersamaan antara masyarakat, pemerintah desa, dan unsur legislatif dalam membangun solidaritas sosial.
Dalam sambutannya, Ahmad Yaudin Sogir menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang seringkali memunculkan isu-isu provokatif.
“Kita jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang akhir-akhir ini berkembang di media sosial. Sebagai orang tua, kita juga harus cerdas dalam mengawasi anak-anak, baik dalam pendidikan maupun pergaulan. Hindari narkoba dan pergaulan bebas, karena sudah banyak korban akibat kurangnya pengawasan dari orang tua,” ujarnya di hadapan warga.
Menurutnya, regenerasi kepemimpinan di masa depan harus dibarengi dengan pembinaan yang tepat sejak dini. Peran keluarga menjadi kunci utama dalam mendidik dan mengawasi anak agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan bermoral” ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Sementara itu, Ketua KDM Sukaraja, Satria, juga menyampaikan pesan penting terkait pembinaan generasi muda. Ia menekankan bahwa akhlak menjadi pondasi utama yang harus ditanamkan sejak dini agar pemuda Babakan mampu menjadi teladan bagi lingkungannya.
“Manusia bisa menjadi baik karena akhlaknya. Oleh sebab itu, apapun alasannya, hanya manusia yang berakhlaklah yang layak menjadi teladan dalam segala hal,” tegas Satria.
Ia menambahkan, tantangan zaman yang semakin kompleks membuat pemuda harus tidak hanya unggul dalam kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan moral. Akhlak yang baik, lanjutnya, akan menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif globalisasi, seperti narkoba, pergaulan bebas, maupun informasi menyesatkan di dunia digital.
Selain sarat dengan pesan moral, pentas budaya yang digelar RBM 22 ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni yang melibatkan anak-anak muda Babakan. Warga tampak antusias menyaksikan rangkaian acara yang berjalan penuh keakraban.
Acara ini juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi antarwarga, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membina generasi penerus bangsa. Dengan kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa, diharapkan pemuda Babakan tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi untuk kemajuan daerah dan bangsa.
Red














