MUTIARA HIKMAH BES : RASULULLAH MUHAMMAD SAW: TELADAN TERBAIK BAGI SELURUH UMAT MANUSIA
Mata Pena News –
23 Agustus 2026 / 27 Safar 1448 H
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir, pembawa risalah Islam, serta teladan bagi seluruh umat manusia.
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…”
(QS. Al-Ahzab: 21)
Ayat ini memberikan pelajaran yang sangat mendalam. Rasulullah SAW bukan sekadar seorang tokoh sejarah, tetapi uswatun hasanah, teladan terbaik yang harus dijadikan contoh dalam menjalani kehidupan.
Karena itu, ketika seseorang mengatakan, “Tidak ada manusia yang sempurna,” kita perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan “sempurna”.
Jika yang dimaksud adalah manusia biasa, tentu manusia memiliki kekurangan, dapat lupa, khilaf, dan melakukan kesalahan. Namun, Rasulullah Muhammad SAW memiliki kedudukan yang berbeda. Beliau adalah manusia pilihan Allah SWT, penerima wahyu, penyampai risalah, dan teladan utama umat Islam.
Allah SWT juga berfirman:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰى
“Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginannya. Tidak lain, itu adalah wahyu yang diwahyukan.”
(QS. An-Najm: 3–4)
Kesempurnaan Rasulullah SAW hendaknya dipahami secara tepat: kesempurnaan beliau dalam menjalankan amanah kerasulan, menyampaikan wahyu, memberikan keteladanan akhlak, serta menjadi contoh kehidupan bagi umat.
Allah SWT bahkan memuji akhlak beliau:
وَإِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”
(QS. Al-Qalam: 4)
Maka mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperbanyak shalawat dan merayakan Maulid, tetapi juga dengan mengikuti sunnahnya, meneladani akhlaknya, menjaga kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, serta menjauhi segala sesuatu yang beliau larang.
Allah SWT menegaskan:
وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)
Hikmahnya
Janganlah kita sibuk memperdebatkan apakah manusia sempurna atau tidak, sementara kita lupa bahwa Allah SWT telah menunjukkan siapa yang harus kita teladani.
Rasulullah SAW adalah manusia pilihan Allah yang menjadi uswatun hasanah. Kemuliaan beliau bukan untuk menjadikan kita sekadar mengaguminya, tetapi agar kita berusaha mengikuti akhlak dan jalan hidup yang beliau contohkan.
Semakin besar cinta kita kepada Rasulullah SAW, seharusnya semakin baik pula akhlak dan perilaku kita kepada Allah dan sesama manusia.
Semoga Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, mempererat persaudaraan, dan memperbaiki akhlak kita dalam kehidupan sehari-hari.
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.
Semoga kita termasuk umat yang mendapatkan syafaat Rasulullah SAW dan dikumpulkan bersama beliau di akhirat kelak.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Salam Jihad
BES — Brother Eggi Sudjana














