Mutiara Hikmah BES : Janji Surga Untuk Keluarga Beriman
Mata Pena News –
Senin, 3 Agustus 2026
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
Artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
(QS. At-Tur [52]: 21)
Mutiara Hikmah BES
Ayat yang agung ini membawa dua pesan besar.
Pertama, Allah menjanjikan kebahagiaan yang luar biasa bagi orang-orang yang beriman, yaitu berkumpul kembali bersama anak cucu dan keluarganya di surga. Syaratnya adalah seluruh keluarga tetap istiqamah dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
Kedua, Allah mengingatkan bahwa setiap manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya. Tidak ada satu pun ucapan, fitnah, hujatan, kedustaan, ataupun kezaliman yang luput dari penghitungan Allah.
Karena itu, siapa pun yang pernah memfitnah, menghina, mencemarkan nama baik, atau merampas hak orang lain, hendaknya segera bertaubat, meminta maaf, dan menyelesaikan hak sesama manusia sebelum datang hari ketika seluruh perkara diputuskan dengan keadilan Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang benar-benar bangkrut adalah orang yang datang membawa pahala salat, puasa, dan zakat, tetapi pernah mencaci, memfitnah, dan menzalimi orang lain. Pahala-pahalanya diberikan kepada orang yang dizalimi. Apabila pahalanya habis, dosa orang yang dizalimi dipindahkan kepadanya. (HR. Muslim).
Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan dosa lisan dan tulisan. Satu kalimat fitnah dapat menjadi beban yang sangat berat di hadapan Allah apabila tidak diselesaikan dengan taubat dan permohonan maaf.
Sebaliknya, bagi orang yang dizalimi, Islam mengajarkan untuk tetap bersabar, menempuh jalan yang benar, tidak membalas kezaliman dengan kezaliman, serta menyerahkan keputusan akhir kepada Allah Yang Maha Adil.
Renungan BES
Jagalah iman agar Allah mempertemukan keluarga kita di surga.
Jagalah lisan agar tidak menjadi sebab hilangnya pahala.
Jagalah hati agar tidak dipenuhi kebencian.
Dan selagi masih diberi kesempatan hidup, segeralah berdamai, meminta maaf, memaafkan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Semoga Allah mengumpulkan kita, pasangan kita, anak cucu kita, dan seluruh keluarga yang beriman dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Salam Jihad. : BES (Brother Eggi Sudjana)














