Ciseeng | Mata Pena News – Pasar Rakyat Ciseeng, Kabupaten Bogor, yang dibangun pada tahun 2021 dengan anggaran sekitar Rp4 miliar, kini tampak sepi dan memprihatinkan. Berdasarkan data anggaran dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk tahap II pembangunan, pasar tersebut saat ini hanya dihuni oleh sekitar 17 unit usaha aktif dari total 92 kios yang tersedia.
Saat tim Mata Pena News meninjau langsung ke lokasi, kondisi pasar terlihat lengang dan minim aktivitas. Seorang staf pasar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tingkat hunian kios memang sangat rendah.
Padahal, pasar ini dibangun dengan harapan menjadi pusat pergerakan ekonomi rakyat dan mendorong pertumbuhan UMKM di wilayah Ciseeng. Sayangnya, fasilitas yang telah disiapkan tidak dimanfaatkan secara optimal. Banyak kios terlihat kosong, dan aktivitas jual beli nyaris tidak tampak.

Kondisi ini mencerminkan lemahnya perencanaan dan evaluasi dalam pembangunan infrastruktur publik. Tanpa kajian kebutuhan yang matang serta dukungan konkret bagi pelaku usaha lokal, proyek pasar rakyat berisiko menjadi bangunan mangkrak yang mubazir.
Pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah konkret agar investasi besar ini tidak sia-sia. Dukungan terhadap UMKM, insentif untuk pengisian kios, serta strategi promosi yang efektif harus segera dikerahkan untuk menghidupkan kembali pasar tersebut.
Tim masih menunggu tanggapan dari dinas terkait.
(Rudi)














