Longsor Setinggi 40 Meter Putus Akses Desa Tempur, Warga Desak Solusi Permanen
Jepara| Mata Pena News – Bencana tanah longsor kembali melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Rabu (25/3) dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Longsor dengan ketinggian mencapai 40 meter tersebut menyebabkan akses jalan utama warga terputus total.
Akibat kejadian ini, mobilitas warga Desa Tempur menjadi lumpuh. Jalan yang selama ini menjadi satu-satunya akses keluar masuk desa tertutup material longsoran berupa tanah dan bebatuan.
Hingga saat ini, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih sulit dilalui, sementara bantuan belum sepenuhnya menjangkau lokasi terdampak.
Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi tersebut, mengingat kejadian longsor bukan kali pertama terjadi di wilayah itu. Tanah yang labil serta curah hujan tinggi disebut menjadi faktor utama penyebab bencana yang berulang setiap musim penghujan.
“Kami sudah sering mengalami longsor seperti ini. Setiap hujan deras, kami selalu was-was,” ujar salah satu warga setempat.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang.
Mereka menilai perlu adanya langkah konkret seperti pembangunan talud penahan tanah, perbaikan sistem drainase, hingga relokasi bagi warga di titik-titik rawan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, potensi longsor susulan masih mengancam mengingat kondisi cuaca yang masih didominasi hujan.
Pemerintah diharapkan segera melakukan penanganan cepat untuk membuka kembali akses jalan serta melakukan kajian menyeluruh guna mencegah bencana serupa terus berulang di Desa Tempur.
Yuda














