Longsor Setinggi 40 Meter Putus Akses Desa Tempur, Warga Desak Solusi Permanen

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Longsor Setinggi 40 Meter Putus Akses Desa Tempur, Warga Desak Solusi Permanen

Jepara| Mata Pena News – Bencana tanah longsor kembali melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Rabu (25/3) dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Longsor dengan ketinggian mencapai 40 meter tersebut menyebabkan akses jalan utama warga terputus total.

Akibat kejadian ini, mobilitas warga Desa Tempur menjadi lumpuh. Jalan yang selama ini menjadi satu-satunya akses keluar masuk desa tertutup material longsoran berupa tanah dan bebatuan.

Hingga saat ini, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih sulit dilalui, sementara bantuan belum sepenuhnya menjangkau lokasi terdampak.

Baca Juga:  HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi tersebut, mengingat kejadian longsor bukan kali pertama terjadi di wilayah itu. Tanah yang labil serta curah hujan tinggi disebut menjadi faktor utama penyebab bencana yang berulang setiap musim penghujan.

“Kami sudah sering mengalami longsor seperti ini. Setiap hujan deras, kami selalu was-was,” ujar salah satu warga setempat.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang.

Baca Juga:  Bupati Jepara Undang Seluruh Ketua BUMDes se-Kabupaten Jepara di Pendapa Kartini, Gelar Temu Bisnis Bersama Pelaku Usaha Strategis

Mereka menilai perlu adanya langkah konkret seperti pembangunan talud penahan tanah, perbaikan sistem drainase, hingga relokasi bagi warga di titik-titik rawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, potensi longsor susulan masih mengancam mengingat kondisi cuaca yang masih didominasi hujan.

Pemerintah diharapkan segera melakukan penanganan cepat untuk membuka kembali akses jalan serta melakukan kajian menyeluruh guna mencegah bencana serupa terus berulang di Desa Tempur.

Yuda

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB