KPP Bogor Raya Minta APH Turun Tangan, Terkait Dugaan Mafia SPMB 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor | Mata Pena News – Komunitas Pemuda Peduli Bogor Raya (KPP Bogor Raya) mendesak aparat penegak hukum mengungkap praktik dugaan mafia pendidikan dalam proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kota Bogor.

Desakan ini disampaikan Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, dalam konferensi pers di depan Dinas Pendidikan Kota Bogor, pada Jumat (15/8/2025). Iamenyebut praktik percaloan dan manipulasi data terjadi di berbagai jenjang sekolah, mulai SD hingga SMA.

“Kita harus bongkar bersama mafia pendidikan di Kota Bogor, karena banyaknya oknum atau calo yang membuat generasi muda kita menjadi hancur,” tegasnya.

Menurut hasil investigasi KPP Bogor Raya, modus yang digunakan beragam, mulai dari jatah kursi bagi yang membayar hingga manipulasi data zonasi, prestasi, dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Baca Juga:  tes

“Yang kami temukan ada di beberapa sekolah SD yang tadinya tidak ABK, tapi ketika mendaftar ke SD favorit menjadi ABK. Lebih parahnya, yang diunggah ke aplikasi SPMB bukan surat keterangan ABK, melainkan hanya bukti pemeriksaan,” ungkap Beni.

Baca Juga: Dokumen Tender GOR Pajajaran Minta Dibuka, Praktisi Hukum Ingatkan Ada Batasan
Ia menilai tindakan tersebut sebagai kejanggalan besar. Ia menyebut surat pemeriksaan bisa dibuat siapa saja, tapi surat keterangan ABK seharusnya hanya dikeluarkan oleh dokter. Beni mengaku prihatin dengan kondisi di mana siswa berprestasi gagal masuk sekolah favorit,

Baca Juga:  Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini

“Kami tidak rela nasib generasi muda di tangan mafia. Anak masuk sekolah populer itu hanya cukup bayar,” ucapnya.

KPP Bogor Raya berencana melaporkan temuan ini ke Polresta Bogor Kota pada Selasa atau Rabu pekan depan bersama tim kuasa hukum.

“Data yang sudah terkumpul ada puluhan kasus. Tapi ini bukan soal jumlah, melainkan soal hancurnya moral dan etika ketika anak berprestasi tidak diterima. Itu adalah pengkhianatan bagi bangsa,” pungkas Beni.

Hingga berita ini dimuat wartawan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya

David

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB