Koalisi Masyarakat Sipil & Mahasiswa untuk Keadilan Ketika Pemerintah Menutup Pintu, Rakyat Akan Mengetuk Jalanan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025 - 00:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Masyarakat Sipil & Mahasiswa untuk Keadilan Ketika Pemerintah Menutup Pintu, Rakyat Akan Mengetuk Jalanan

Bogor | Mata Pena News 
Aksi damai yang kami gelar pada Kamis, 22 Mei 2025 adalah ikhtiar konstitusional untuk menuntut keadilan bagi pedagang kecil. Namun, yang kami temui bukan ruang dialog, melainkan tembok kekuasaan. Kami dijegal di jalan, dibatasi gerak, dan diperlakukan seolah rakyat adalah ancaman, bukan pemilik sah kedaulatan.

Padahal, undangan audiensi telah kami ajukan secara tertib, lengkap dengan dokumen tuntutan dan dasar hukum. Namun, Pemerintah Kota Bogor memilih bungkam. Tak satu pun dari Wali Kota atau pejabat terkait bersedia menemui kami.

Baca Juga:  H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.

“Apa ini demokrasi? Ketika rakyat datang dengan kepala dingin dan niat baik, justru dijegal dan dibiarkan tergantung,” ujar Algi, perwakilan koalisi.

Kami mendengar langsung dari para pedagang: derita mereka sudah di titik nadir.

“Kami tidak minta dikasihani. Kami hanya ingin diperlakukan adil. Tapi kami diperas dengan biaya tinggi, lalu dicampakkan saat butuh kejelasan,” ungkap perwakilan pedagang sayuran Pasar Sukasari.

Koalisi mencatat bahwa tata kelola pasar rakyat kini menjelma seperti korporasi yang menghisap ruang hidup masyarakat kecil.

“Jangan bicara soal inklusi ekonomi bila pasar dikelola layaknya lahan investasi yang menyingkirkan yang lemah. Ketika negara memilih diam, jalanan menjadi ruang pendidikan publik. Ini bukan sekadar protes—ini gugatan terhadap sistem yang hanya melayani elit,” tegas Koalisi.

Baca Juga:  Bupati Jepara Undang Seluruh Ketua BUMDes se-Kabupaten Jepara di Pendapa Kartini, Gelar Temu Bisnis Bersama Pelaku Usaha Strategis

Kami menegaskan: kami bukan oposisi terhadap pemerintahan, kami adalah oposisi terhadap ketidakadilan. Ketika ruang partisipasi ditutup sepihak, maka resistensi rakyat adalah bentuk keadilan paling otentik.

“Jika dalam waktu 2×24 jam suara kami tetap diabaikan, kami akan bersatu lebih luas, menggelar aksi lebih besar, dan memastikan bahwa kekuasaan yang tuli akan berhadapan dengan rakyat yang tak takut berdiri,” tutup Koalisi.

Sebab kami percaya: keadilan tidak turun dari menara kekuasaan—ia tumbuh dari keberanian rakyat.

Deni

 

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB