Kembangkan Sistem SABAR: Mahasiswa UPER Bantu Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 12:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Pena News – Warga Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, masih mengandalkan aliran sungai dan sumur berwarna keruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat musim hujan, air kerap bercampur lumpur, sementara pada musim kemarau pasokannya semakin menipis. Kondisi ini membuat masyarakat desa rentan terserang penyakit berbasis air, mulai dari diare hingga infeksi kulit.

Permasalahan ini bukan hanya dirasakan Barengkok. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan, hanya 12,73 persen rumah tangga di Indonesia yang benar-benar menikmati layanan air bersih aman sesuai standar kesehatan. Sementara itu, harga perangkat filter air yang mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta menjadi hambatan besar bagi masyarakat pedesaan untuk memperoleh akses air layak.

Melihat kenyataan tersebut, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) menghadirkan inovasi sistem sanitasi air sederhana berkapasitas 200 liter yang dinamai SABAR (Sanitasi Barengkok). Sistem ini memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga pompa. Air dari sumur dialirkan ke bak penampung menggunakan pompa 12 volt dengan pasokan dari panel surya berdaya 100 watt.

Baca Juga:  Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry

“Bak penampung dilengkapi filter berbahan lokal seperti pasir silika, arang, kerikil, busa, dan pecahan genteng. Pemilihan bahan ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah memperolehnya dengan biaya terjangkau,” ujar Zein Ali, salah satu mahasiswa perancang sistem.

 

Air hasil penyaringan kemudian dialirkan ke fasilitas umum menggunakan pompa listrik berbasis energi surya, diproses melalui filter sehingga berubah dari kondisi awal yang keruh, bercampur lumpur, bahkan berwarna hijau, menjadi jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan MCK. Dengan kapasitas drum penampung 200 liter dan pompa listrik yang mampu beroperasi hanya dengan satu jam pengisian penuh dari panel surya, sistem SABAR diproyeksikan mampu menghasilkan suplai air bersih secara berkelanjutan setiap hari untuk warga Desa Barengkok.

Lebih dari sekadar menyediakan akses air bersih, sistem ini diharapkan mampu menekan angka penyakit berbasis air yang banyak dialami warga, terutama anak-anak dan lansia. Tim mahasiswa juga melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari pemasangan, pelatihan, hingga perawatan rutin.

Baca Juga:  Atasi Kekeringan, PKK Jepara Bersama BPBD Salurkan 4.000 Liter Air Bersih ke Desa Banjaran

Bob Adyari S.Si., M.I.L., dosen Teknik Lingkungan UPER sekaligus pendamping proyek, menekankan pentingnya keberlanjutan. “Masyarakat dibekali buku panduan perawatan agar sistem tetap berfungsi optimal tanpa harus bergantung pada pihak luar,” ujarnya.

Inovasi ini merupakan bagian dari program LIGHT UP 2025, kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Pertamina. Melalui pendekatan sustainability-oriented learning, program ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menerapkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta inovasi berbasis teknologi tepat guna.

“Tidak hanya memperkuat pembelajaran di ruang kelas, LIGHT UP menjadi sarana strategis mahasiswa UPER untuk berkontribusi nyata sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tahun 2025, program ini berhasil menyelenggarakan 11 kegiatan pengabdian masyarakat, mulai dari inovasi teknologi, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif,” kata Prof. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., Rektor Universitas Pertamina.

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB